Bisnis Indonesia - Bisnis.com


FESTIVAL HELLOFEST: Kompetisi film pendek

Large_helofest

Berita Terkait

Singgih Hendrojati jauh-jauh datang dari Lumajang, Jawa Timur, untuk meramaikan acara Hellofest yang diadakan pada 4 Februari 2012. Perhelatan tahunan yang sudah dilakukan sejak 8 tahun yang lalu ini merupakan wadah untuk para kreator menuangkan kreasinya.

Dengan berbagai atribut yang digunakannya, Singgih berubah menjadi salah satu tokoh dari game Pandora's Tower, Princes Ceres. Tak hanya Cosplay dari anime atau komik dari Jepang saja yang menyemarakkan festival ini. Namun ada juga yang berpakaian seperti tokoh Star Wars bahkan komik Indonesia.

Konten utama dari Hellofest antara lain Festival Film Pendek (Hellofest Movies), Kompetisi Cosplay (KostuMasa), dan Eksibisi produk-produk Pop Culture (PasarHelloFest).

Festival film pendek sendiri memutar sekitar 20 finalis film pendek dari 304 peserta yang mendaftar di panggung utama. Adapun 80 film pendek dari semifinalis akan diputar di Balai Kartini. Kompetisi film pendek ini terdiri dari empat kategori yakni, Best Movie, Best Favorite Movie, Best Animation, dan Best Non- Animation.

Lima karya terbaik akan diikutsertakan dalam ajang internasional Asiagraph. "Sudah sejak tahun 2008 kami mengirim pemenang HelloFest ke ajang internasional" jelas Wahyu Aditya, Founder HelloFest saat Media Gathering HelloFest.

Festifal HelloFest sendiri diakui Wahyu merupakan idenya karena film pendeknya sempat ditolak oleh sebuah festival. Dari situ dia pun mendapat ide untuk membuat festival yang bisa menampung semua jenis film pendek.

"Awalnya dari menyewa gedung dari sebuah partai," cerita pria yang akrab disapa Adit ini.

HelloFest yang pertama pun sudah mengusung sistem kompetisi untuk film pendek, dengan pengunjung sekitar 300 orang. Namun kini pengunjung HelloFest meningkat tajam.

Pada tahun ke-7 nya, HelloFest memikat 7.000 orang pengunjung, dan di tahun 2012 ini pengunjung HelloFest mencapai 11-20ribu orang. "Acara HelloFest tahun ini diluar ekspektasi."

Selain Adit, kompetisi film pendek HelloFest juga dikuratori oleh Fred Deakin. Penggiat pop culture dari Inggris itu mengaku terpesona dengan karya peserta HelloFest Movie tahun ini.

Menurutnya, animasi tidak melulu soal kartun. Di Inggris pun budaya animasi sudah mulai berevolusi. Tidak lagi berkutat di bidang anak-anak tapi juga merambah ke industri yang bisa dinikmati oleh banyak orang.

Fred pun mengaku animator di Indonesia, melalui HelloFest, sudah mulai menyadari perubahan tersebut. "Banyak karya yang sudah memenuhi standar internasional," paparnya.

Karya anak bangsa

Melalui acara ini, Adit berharap masyarakat Indonesia bisa menonton film karya anak bangsa layaknya menonton konser artis luar negri yang selalu dipadati pengunjung. Berbeda dengan kompetisi KostuMasa, Adit mengaku peserta datang dari berbagai wilayah seperti Malang, Jogjakarta, Kalimantan, Timika, bahkan dari Negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Pesertanya sendiri mencapai 11.000 orang.

"Karena membludak kami membuat dua stage untuk kompetisi KostuMasa," jelas Adit.

Nama KostuMasa digunakan Adit agar pengunjung mulai bisa menggunakan tren nama baru dari Cosplay. Maksudnya sendiri adalah masa yang berkostum. Nama ini sangat terlihat di acara HelloFest karena sebagian besar pengunjung menggunakan sedikitnya satu atribut kostum seperti bandom baju, sepatu, bahkan hingga menggunakan rambut palsu.

Dari HelloFest ini Adit ingin memomulerkan sebuah tren pop culture kepada masyarakat Indonesia. Dia pun, melalui acara ini, selalu berusaha untuk 'meng-Indonesiakan pop culture.

Salah satunya adalah dengan diadakannya Indonesia Banget Award. Di kompetisi film, Adit mengaku sebagian besar peserta memang sudah mengangkat isu-isu local. Sedangkan di Kompetisi KostuMasa, sebagian besar peserta masih banyak yang terpengaruh dari Jepang atau Barat. "Namun sudah ada yang berpakaian ala hero Indonesia," ungkap Adit.

Acara HelloFest ini juga didukung oleh beberapa departemen pemerintah. Seperti Departemen Perdagangan, Departemen Komunikasi dan Informasi, juga Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Masing departemen mendukung dengan caranya masing-masing.

Seperti Departemen Komunikasi dan Informasi yang ingin membuat HelloFest sebagai festival internasional dan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang mendanai 4 pemenang dari HelloFest untuk ikut berkompetisi di ajang internasional. (redaksi@bisnis.co.id) (tw)
 
 

Discuss: FESTIVAL HELLOFEST: Kompetisi film pendek

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Other area