Menurut perhitungan kalender China, mulai 23 Januari 2012 adalah Tahun Naga Air. Naga yang disebut sebagai putra langit, merupakan perlambangan yang bersifat kuasa, otoriter hingga tidak pernah khawatir dalam bertindak untuk kepentingan apapun.
Konon Naga penuh misteri, terutama dalam upaya mewujudkan berbagai keinginannya. Dalam situasi yang tampak tenang tanpa pertanda dan sangka apapun, tiba-tiba manuver telah direalisasikan dengan seketika.
Aktivitasnya memang tidak jarang dipenuhi spekulasi, walaupun penampilan luarnya begitu bersahaja bahkan acap mengesankan pribadi yang teramat konservatif, yang melakukan segala sesuatu dengan cara seksama dan perhitungan atau kalkulasi yang matang.
Apa makna dan bagaimana menghadapi Tahun Naga Air ini? Berikut petikan wawancara dengan pakar fengshui Kang Hong Kian.
Menurut Anda, apa makna dari Tahun Naga Air kali ini?
Pada umumnya pada Tahun Naga Air ini kejujuran dan tipu muslihat menjadi sukar dibedakan. Segala sesuatu yang berlangsung harus diperhatikan dengan penuh kecermatan. Kendati begitu, nalurinya yang begitu sensitif tak jarang mengalahkan logikanya.
Tuah Naga memang kerap menjadi kenyataan. Tuah tersebut kini berkorelasi amat erat dengan pertumbuhan unsur kayu -yang mengindikasikan kelak tibanya suatu rentang waktu yang bersifat menguntungkan, tetapi tidak memiliki dasar pijakan yang kokoh. Kesimpulannya, tuah Sang Naga tersebut kini sukar ditindaklanjuti.
Bagaimana prospek bisnis tahun 2012?
Menggarisbawahi kesemua aspek di atas jelas bahwa pertumbuhan bisnis di masa Tahun Naga Air Imlek 2563 jauh lebih baik dan mengesankan ketimbang beberapa tahun belakangan ini.
Namun, dikarenakan hasrat [ambisi] tidak mampu mengimbanginya, maka situasi dan kondisi pada rentang setahun ini bisa dikategorikan sebagai ‘tuah yang menjulang langit tetapi dengan hasrat terjerat’.
Aspek kepemimpinan dan prinsip yang sedang bertumbuh hendaknya disikapi dan ditindak-lanjuti secara wajar agar fenomena otoriter kelak tak akan bersifat mengekang.
Apabila sikap otoriter tersebut dapat dikekang, atau paling tidak, dapat disembunyikan secara apik maka dukungan pihak bawahan ataupun management akan mampu mengentalkan kedisiplinan, sehingga ‘tuah langit’ tidak akan terlepas dari genggaman.
Bila ditinjau dari aspek perkembangan politik, fenomena apa yang menarik?
Dunia politik merupakan aktivitas yang pada hekekatnya sarat atau penuh dengan upaya spekulasi dan siasat. Spekulasi dimasa kini berkondisi ‘setali tiga uang’ dengan pembawaan [karakter] Tahun Naga. Karenanya, tidak mengherankan kalau dinamika tersebut kelak tampak kian mewabah.
Adapun siasat, kendati merupakan bagian yang tidak terpisahkan daripadanya, lebih berketergantungan pada kemampuan dalam memanfaatkan unsur api [logika] dan kecermatan yang membutuhkan aspek kedisiplinan.
Kedua aspek ini dimasa setahun sedang berkondisi teramat rentan. Artinya, manuver perspekulasian yang kelak berkondisi marak tadi, pada dasarnya lebih bersandarkan pada naluri, perasaan atau hawa nafsu belaka.
Kalau pada Tahun Kelinci lalu kondisi politik lebih dicoraki oleh berbagai hal yang bersifat tidak menentu hingga sukar ‘dibaca’ dan tidak dapat dipercaya, pada masa Tahun Naga ini cenderung lebih transparan walau sebenarnya sudah berusaha disembunyikan.
Sikap perilaku otoriter atau mau menang sendiri kini melekat nyaris pada semua politikus. Kendati begitu, karena aspek logika kini sedang mandul, dikhawatirkan apa yang kelak dibicarakan ataupun dikomentarkan tidak melalui proses berolah-pikir yang bersifat seksama ataupun mendalam, hingga terkesan semaunya saja.
Secara garis besar, bagaimana aspek budaya yang akan berkembang?
Aspek kedisiplinan dan naluri, perasaan, pengalaman, termasuk sejarah, merupakan faktor terpenting dalam meninjau aspek sosial budaya. Karena aspek kedisiplinan (unsur tanah) kini sedang lemah, kepedulian terhadap aspek budaya dengan berbagai kaidah yang terkandung di dalamnya, dikhawatirkan mengalami pengerosian nilai dan kepentingan.
Erosi tersebut pada hakekatnya dikarenakan faktor naluri yang kini bergerak bebas hingga tak terkendali. Hasrat yang cenderung bersifat khayalan. Kendati peluang bisnis berunsur air sedang berkondisi lemah, hal yang berkaitan dengan kepentingan pebisnis dalam bidang, misalnya kepariwisataan, showbiz, produk kerajinan [pencampuran unsur tanah dengan air] kini diramalkan mengalami peningkatan peluang dan keberuntungan yang cukup signifikan.
Untuk Indonesia, apakah punya peluang lebih baik dibandingkan 2011?
Kendati Tahun Imlek 2563 ini bukan rentang masa yang sungguh-sungguh selaras, keterbukaan akan jadi prasarana keberuntungan. Hal ini teramat memungkinkan mengingat bahwa perlambang naga yang kini berkuasa bukan saja tak berkadar ciong, melainkan merupakan awalan bagi masuknya era kejayaan pada Tahun Ular mendatang.
Mengingat bahwa unsur kayu dan logam merupakan elemen yang memadani kelahiran Indonesia yang bershio ayam, maka disamping unsur kayu kelak akan bersumbangsih besar bagi aspek kepemimpinan, unsur logam akan meningkatkan hasrat ke jenjang yang tertinggi.
Alhasil, Tahun Naga Air merupakan masa berkeberuntungan bagi pebisnis, baik yang berdomisili di Indonesia maupun yang sekadar menangguk peluang di sini.
Anda melihat faktor-faktor yang krusial?
Terdapat beberapa faktor bersifat krusial yang sepatutnya dipedulikan benar. Unsur kayu yang bersumbangsih bagi aspek kepemimpinan dalam beraktivitas bisnis itu, karena laju pertumbuhan yang kian menggelembung, dikhawatirkan berpotensi menimbulkan kepongahan. Kemudian hanya akan menggadaikan kedisiplinan dan kecermatan belaka.
Masalahnya, tahun ini merupakan saat selaras untuk dijadikan momentum bagi pertumbuhan bisnis yang sesungguhnya. Dengan kata lain, apabila tidak disikapi dengan bijak maka predikat pebisnis yang umumnya sedang memimpin itu, tidak ubahnya sebagai makelar bisnis semata.
Terlebih, apabila bidang tersebut dikaitkan dengan prospek berunsur kayu yang tak lain mencakup perkembangan dalam bisnis [komoditas] hasil hutan dan hasil bumi yang tentu saja menyangkut kepentingan hajat hidup masyarakat luas.
Terlepas daripada semua itu, dan dikarenakan China kini sedang ciong kecil, hubungan bisnis di antara kedua negara, kelak akan lebih menguntungkan pihak Indonesia.
Perlu dipahami, berdasarkan analisis shio, Indonesia, China dan Singapura memiliki shio yang membentuk segitiga keselarasan, sehingga di masa setahun ini pun peranan Indonesia di panggung dunia lebih mengesankan.
Pewawancara: Herry Suhendra
*) Tulisan ini diadopsi dari harian Bisnis Indonesia. Untuk membaca berita-berita dan memperoleh referensi terpercaya dari Bisnis Indonesia, silahkan klik epaper.bisnis.com, dan Anda juga bisa berlangganan dengan register langsung ke koran Bisnis Indonesia edisi digital.
Showing 1 - 1 of 1 comments