Kehamilan merupakan peristiwa penting yang dinantikan banyak pasangan, namun bisa menjadi mimpi buruk ketika salah satu pasangan atau kedua belum siap dan kurangnya dukungan dari keluarga dekat.
Banyak pasangan menikah ternyata belum siap menikmati peristiwa besar memiliki anak yang diawali dengan proses kehamilan selama kurang lebih 9 bulan 10 hari, tanpa adanya dukungan dari sekitar hal ini bisa merugikan si ibu dan calon bayi dalam kandungannya.
Salah satu contohnya terjadi pada Lidia, ibu muda asal Lampung yang tinggal merantau di Jakarta bersama suami, jauh dari keluarga. Beberapa bulan pascamenikah keluarga kecil ini dikaruniai buah hati.
Sayangnya, proses kehamilan tidak selancar apa kata orang. Rasa mual dan muntah selama tiga bulan pertama ternyata terjadi sepanjang masa kehamilan.
"Semua makanan yang masuk ke mulut langsung keluar setiap kali saya makan. Pokoknya begitu selesai makan langsung deh lari ke kamar mandi, gak di rumah gak di kantor," ujarnya kepada Bisnis, baru-baru ini.
Dia juga tidak bisa mengkonsumsi susu untuk ibu hamil, baru seteguk langsung muntah. Hal ini cukup memberatkan baginya yang harus bekerja hingga sebulan sebelum melahirkan. Dokter menyarankan agar dia memaksakan makan sedikit demi sedikit, nyemil.
Sayangnya, suami kurang memahami permasalahannya tersebut dan merasa hal ini merupakan bawaan calon bayi. Lidia pun berjuang sendirian memastikan setiap cemilan yang dimakannya mengandung cukup nutrisi calon bayi dan dirinya.
"Akhirnya saya males ngitung-ngitung. Apa aja sembarang yang penting masuk, tapi kalau sedang sibuk ya sudah lupa makan sampai sempat kena maag. Bapaknya [suami] juga cuek-cuek aja," ujarnya.
Pertumbuhan anak sudah terjadi ketika dia berada dalam kandungan, khususnya perkembangan otak yang mempengaruhi kecerdasannya. Pola nutrisi seimbang yang perlu dikonsumsi oleh ibu hamil harus menjadi perhatian.
Ahli Fetomaternal dari RSCM/FKUI, Damar Prasmusinto, mengatakan asupan nutrisi ibu sebelum dan selama masa kehamilan sangat berpengaruh pada bayi, paling terlihat dampaknya ketika dilahirkan berat badan bayi rendah.
"Gizi buruk pada saat persiapan kehamilan dan masa kehamilan dapat mempengaruhi tumbuh kembang janin dan akan berakibat buruk pada kesehatan janin dimasa mendatang."
Memastikan ibu dan calon bayi memperoleh nutrisi yang diperlukan menjadi tanggungjawab tidak hanya si ibu. Sebagai calon ayah, suami wajib ikut memantau dan turun tangan langsung sesibuk apapun pekerjaannya.
Sikap cuek suami bisa mendorong istri mengalami baby blues hingga kehilangan semangat untuk berjuang melawan rasa mual, muntah, atau berbagai keluhan selama kehamilan untuk memberikan hal terbaik bagi buah hati.
Damar menambahkan bayi yang lahir dengan berat badan kurang akan berdampak sepanjang hidupnya. Ibu hamil yang mengalami malnutrisi sangat berisiko melahirkan anak dengan IQ rendah dan tumbuh kembang dengan tidak optimal.
Anak menjadi rentan terkena penyakit, kurang semangat, dan tidak tumbuh optimal seperti sulit mengadopsi informasi atau pengetahuan baru sehingga merugikan perkembangan jenjang pendidikan hingga karirnya nanti.
Diet biar kurus
Hamil identik dengan makan enak, banyak, dan menjadi gemuk dan sulit menurunkannya lagi begitu bayi lahir. Pemikiran ini banyak berkembang dan menyebabkan perempuan terobsesi ingin menjaga berat tubuh saat hamil.
Para ibu muda merasa takut kenaikan berat bada 12-20 kg selama kehamilan akan berdampak pada kehidupan rumah tangganya kelak, apalagi selama ini suami sangat sering memuji bentuk tubuhnya.
Thomas McDonald, Peneliti dari San Antonio seperti dikutip dari Dailymail, mengatakan kurangnya nutrisi saat hamil akan berakibat langsung pada tingkat kecerdasan serta perilaku sang jabang bayi.
Hasil penelitian yang dilakukannya menemukan diet selama kehamilan bisa berakibat buruk bagi IQ bayi yang dikandungnya.
Kekurangan nutrisi akan membuat saraf yang menyambung dengan janin terganggu, sehingga sel-sel pertumbuhan janin tidak maksimal. Kekurangan nutrisi saat hamil juga memperbesar bayi menderita autis, depresi serta gangguan jiwa skizofrenia.
Para wanita yang hamil muda atau hamil saat remaja memerlukan nutrisi yang lebih. Karena tubuhnya masih dalam pertumbuhan, dan di sisi lain, si jabang bayi pun butuh asupan yang cukup.
McDonald menyarankan para wanita untuk menghentikan dietnya saat hamil. Tak perlu takut dengan penambahan berat badan yang akan terjadi. Karena yang penting adalah menyantap nutrisi yang bermanfaat, bukan menyantap makanan dengan porsi ganda.
Peter Nathanielsz dari University Texas Health Science Centre mengatakan masa kehamilan merupakan saat dimana neuron pada otak berkembang dan menjadi bekal bagi si bayi untuk hidup setelah dilahirkan.
Berbagai masalah selama kehamilan sebaiknya dibicarakan secara terbuka dengan pasangan. Suami bisa mengajukan keluhan ketika sang istri memanfaatkan masa kehamilan untuk bersikap manja dan meminta berbagai hal aneh.
Sang istri pun berhak menuntut perhatian yang sehat dari suami bagi dirinya dan buah hati, meminta pengertian jika pasti ada perubahan bentuk tubuh selama kehamilan, tidak takut gemuk sementara. Paling penting, 'jangan mau enak pas bikin anaknya saja'. (fita.indah@bisnis.co.id) (tw)

Showing 0 - 0 of 0 comments