Bisnis Indonesia - Bisnis.com


F1 BAHRAIN: Pembatalan bisa rugikan US$40 juta

Large_formula-1-f1-2011

Berita Terkait

JAKARTA: Dua jari putus dan patah tulang iga seorang bule asal Inggris membuka peluang Formula One kehilangan uang senilai lebih dari US$40 juta dari dibatalkannya seri Bahrain di Sirkuit Sakhir.

Inggris, sebagai markas sebagian besar tim peserta Formula One akhir pekan lalu dihebohkan dengan kabar korban seorang pria berumur 51 tahun asal Inggris yang diserang di kawasan Karranan, dekat ibukota Manama tempat Sirkuit Sakhir.

Si bule yang dirahasiakan namanya itu jadi bulan-bulanan demonstran anti pemerintah ketika pulang ke rumahnya usai dugem di klub para ekpatriat di kota tepi pantai Budaiya. Dua jarinya putus dan iganya patah.

Kontan, kejadian ini membuat sekelompok politikus Inggris meradang dan mendesak FIA untuk mempertimbangkan kembali keputusan menggelar Grand Prix Bahrain, kendati masalah di negara teluk itu belum benar-benar pulih.

“Kami mencatat dengan keprihatinan atas keputusan Formula 1 untuk melanjutkan balapan di Bahrain yang dijadwalkan pada April," tulis para politikus Inggris itu di The Times seperti dilansir Crash, hari ini (12/02).

Didesak politisi Inggris, Kepala FIA dan pemegang hak komersial F1 Bernie Ecclestone tetap bersikukuh pada pendiriannya untuk menggelar GP Bahrain sesuai jadwal pada 22 April, karena tak ada yang perlu dikhawatirkan.

Bernie jelas ngotot menggelar GP Bahrain, maklum tahun lalu gara-gara Bahrain batal menjadi penyelenggara seri pembuka Formula 1 2011, F1 kehilangan uang mencapai US$40 juta dollar AS atau setara Rp351,8 miliar.

Susahnya, denda itu ditanggung seluruh tim peserta F1. Berdasarkan kontrak yang sudah disepakati, sebuah tim akan terkena penalti jika absen di sebuah seri balapan. Untuk kasus 2011, tim Ferrari diketahui harus menyetor denda senilai US$11 juta atau sekitar Rp96,8 miliar.

Tahun lalu, GP Bahrain terpaksa dibatalkan akibat suhu politik yang sangat panas di negara tersebut setelah adanya pembicaraan antara Bernie Ecclestone dan Putra Mahkota Bahrain.

Sejak kemarin hingga sore ini, para demonstran berbondong-bondong menjubeli Manama meski disambut semburan gas air mata. Demonstran terus membanjiri Pearl Square berasal dari desa-desa di Duraz, Sehla Utara, Sitra, Sanad, Demistan, Bilad al-Qadeem, Aali, Malikya, Tashan, Maameer, dan Adhari. (Bsi)

Discuss: F1 BAHRAIN: Pembatalan bisa rugikan US$40 juta

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Other area