Bisnis Indonesia - Bisnis.com


EURO-3: Sepeda motor dihimbau penuhi standar

Large_dsc_0029

Berita Terkait

 

JAKARTA: Pengguna sepeda motor diharapkan menggunakan bahan bakar yang sesuai dengan standar Euro-3 (European Emission Standard) yang idealnya menggunakan bahan bakar sesuai World Wide Fuel Charter (WWFC) kategori dua.
 
Hal itu diungkapkan oleh MR Karliansyah, Deputi II Pengendalian Pencemaran Lingkungan Kementrian Lingkungan Hidup, dalam acara seminar bertema Kesiapan Industri Sepeda Motor Indonesia Menuju Standar Euro-3, yang digelar oleh Forum Wartawan Otomotif  sore ini.
 
Karliansyah mengatakan saat ini Indonesia masih menerapkan baku mutu Euro-2 yang sudah diberlakukan sejak 1 Januari 2005. Saat ini, industri otomotif dirasa membutuhkan kepastian informasi mengenai regulasi emisi yang akan datang, khususnya untuk sepeda motor.
 
Saat ini, peraturan mengenai kendaraan bermotor dunia sebagian besar mengacu ke regulasi yang dikeluarkan United Nation-Economic Commission for Europe.
 
Untuk sepeda motor sendiri, regulasi yang paling mutakhir saat ini adalah Euro-3 dengan metoda uji menggunakan UN-ECE R40.
 
Lebih lanjut, dia menyebutkan penerapan Euro-3 akan memberikan keuntungan bagi semua pihak, baik masyarakat, konsumen, pemerintah, maupun pelaku industri otomotif, karena penetapan regulasi ini akan meningkatkan data saing industri di kawasan Asean.
 
"Bagi industri sepeda motor, pemberlakuan regulasi Euro-3 akan memberikan keuntungan seperti mendapatkan kepastian mengenai regulasi yang akan diterapkan di masa mendatang," katanya.
 
Selain itu, pemberlakuan regulasi ini akan menimbulkan pengembangan komponen baru, yang berarti akan ada pengembangan industri dan investasi baru, serta membuka lapangan kerja baru.
 
Adapun, bagi konsumen, penerapan Euro-3 akan membuat sepeda motor lebih ramah lingkungan dan menghemat bahan bakar.
 
Di tempat yang sama, Service Publication Department Technical Service Division PT Astra Honda Motor, Subhan, menyebutkan AHM telah memperkenalkan teknologi FI (fuel Injection) kepada masyarakat melalui Honda Supra X 125 PGM-FI, sejak 2005.
 
Di Indonesia, kata Subhan, model ini merupakan motor pertama yang menggunakan terknologi injeksi. Sebelum merilis model ini, AHM terlebih dahulu mempersiapkan seluruh jaringan layanan purna jualnya yang saat ini berjumlah 3.670.
 
Sejak itu, lanjutnya, AHM terus-menerus mengembangkan dan menawarkan produk sesuai dengan harapan konsumen. Secara bersamaan AHM juga mengaplikasikan Advance Technologi yang menjadi DNA-nya, berupa Teknologi Hemat bahan Bakar, Ramah Lingkungan, Smart Performance.
 
Namun, lanjutnya, hal itu tanpa mengesampingkan keselamatan berkendara yang kesemuanya diselaraskan dengan kebijakan pemerintah. 
 
Pada 23 November 2011, lanjutnya, AHM mendeklarasikan Honda FI teknologi. Mulai dari tanggal tersebut sampai dengan tahun 2013, secara bertahap, semua produk Honda akan menggunakan teknologi PGM-FI.
 
"Langkah ini merupakan wujud komitmen perusahaan untuk menyediakan produk dan teknologi sesuai dengan harapan konsumen dan sejalan dengan kebijakan pemerintah," katanya.
 
Sejalan dengan kebijakan itu, AHM juga memberikan pelatihan dan dukungan fasilitas terhadap bengkel umum yang disadari memiliki peranan cukup strategis untuk kesuksesan mengantarkan masyarakat memasuki era injeksi. 
 
Hingga Juni 2012, AHM mempersiapkan 10.530 bengkel umum yang tersebar di seluruh Indonesia agar dapat memberikan layanan purna jual kepada konsumen Honda. (sut)

Discuss: EURO-3: Sepeda motor dihimbau penuhi standar

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Other area