JAKARTA: Pemerintah mengumumkan ada kecenderungan semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang di Indonesia, makin tinggi efek negatifnya yang ditandai menurunnya semangat dan motivasi mereka menjadi wirausahawan baru.
Agus Muharram, Deputi Bidang Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM, mengatakan itu sebabnya diperkirakan masih banyak sarjana diploma maupun sarjana S-1 yang menganggur. Ke depan, jumlahnya kemungkinan akan terus meningkat.
”Dari sekitar 241,5 juta jiwa penduduk Indonesia, jumlah angkatan kerja sebanyak 117,37 juta jiwa, sedangkan yang telah bekerja hanya sejumlah 109,67 jiwa orang,” katanya kepada Bisnis hari ini.
Berarti terdapat sekitar 7,70 juta orang yang menganggur, atau sekitar 6,56% dari total angkatan kerja. Di antara mereka yang menganggur, sebanyak 492.343 orang memiliki latar belakang pendidikan perguruan tinggi (Data BPS Agustus 20122).
Adapun yang memiliki status bekerja penuh dan paruh waktu, sekitar 97,24%. Mereka adalah orang yang menjalani usaha pada skala usaha skala mikro, kecil dan menengah (UMKM). Total pelaku usaha kategori tersebut mencapai 55,21 juta, atau 99.99% dari seluruh pelaku usaha nasional.
Menurut dia, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah mendorong peningkatan kewirausahaan, melalui Kementerian Koperasi dan UKM. Programnya adalah Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) yang dicanangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2 Februari 2011.
Meski program ini murni dari Kementerian Koperasi dan UKM, namun instansi tersebut menggandeng beberapa instansi lain seperti pemerintah daerah, pelaku usaha, dan dunia pendidikan nasional. Target utamanya adalah, meningkat kewirausahaan dari kalangan sarjana.
”Program GKN yang diinisiasi Kementerian Koperasi dan UKM, diharapkan bisa jadi pemicu bagi pemangku kepentingan lainnya. Dengan demikian, program itu bisa menjadi langkah nyata dan strategis mengurangi angka pengangguran.”
Program GKN diusung pemerintah untuk meningkatkan semangat dan jiwa kewirausahaan bagi masyarakat, terutama generasi muda dari kalangan terdidik strata sarjana. Mereka dinilai akan lebih andal menjalankan usaha sehingga lebih memiliki daya saing.
Gerakan Kewirausahaan Nasional sudah dilaksanakan di lima provinsi, masing-masing Riau, Sulawesi Barat, Maluku Utara, dan Bengkulu. Gerakan ini disosialisasikan disertai pelatihan kewirausahaan yang dilaksanakan Kementerian Koperasi dan UKM di pusat maupun daerah. (sut)
Showing 0 - 0 of 0 comments