Bisnis Indonesia - Bisnis.com


ENTREPRENEUR: Teknologi air bersih geng motor

Large_ntt

Berita Terkait

Mendengar sebutan geng motor, biasanya kita langsung menganggap aktivitas komunitas ini dengan nada miring. Beberapa waktu lalu, nama geng motor ini sempat mewarnai pemberitaan media massa, saat berbagai aksi kekerasan yang dilakukan anggota komunitas sepeda motor itu.

Saling serang antarkomunitas, penjarahan minimarket, serta video kekerasan penerimaan anggota baru geng motor masih cukup kental di benak kita. Wajar, jika masyarakat akhirnya bersikap apatis dengan kegiatan mereka.

Sejelek apapun pandangan orang, toh tetap saja ada geng motor yang berperilaku baik dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Ini yang ditunjukan geng motor asal Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT).
Nama geng bentukan ini pun tak segarang geng motor kebanyakan.

Mereka menamakan diri geng motor Imut, kepanjangan tangan dari Aliansi Masyarakat Peduli Ternak. Maklum, beberapa pentolan geng motor ini merupakan jebolan mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Nusa Cendana (Undana).

Geng motor ini berdiri sejak 2005. Jumlah anggota saat ini tak kurang dari 680 orang. "Paling yang aktif saat ini 100 orang saja dengan latar belakang pekerjaan beragam. Setiap kumpul belum tentu semuanya bawa sepeda motor," ujar Noldy P. Franklin.

Mereka juga sadar pandangan masyarakat terhadap geng motor kurang baik. Oleh sebab itu, aktivitas yang mereka kerjakan ini diharapkan mengubah cara pandang masyarakat terhadap geng motor. "Supaya citra geng motor itu tidak selalu negatif di masyarakat."

Kontribusi yang diberikan geng motor imut tergolong kreatif. Sadar dengan potensi kekayaan pantai, tetapi di satu sisi masyarakat provinsi itu kesulitan memperoleh air bersih, mereka membuat alat desalinasi air, mengubah air laut menjadi air tawar dengan memanfaatkan panas matahari.

Mereka membangun wadah penampung air ukuran persegi 1 m x 1 m dengan ketinggian 40 cm. Untuk menahan air tidak bocor, bagian bawah penampangnya dilapis dengan plastik.

Adapun bagian atasnya penampung tersebut terdapat penampang dengan terbuat dari plastik transparan yang dapat dibuka tutup. Di bagian sisi penampung ini, terdapat alat semacam selang untuk menahan tetesan air yang menguap dan menempel di atas penampang plastik transparan.

Cara kerja alat ini sederhana. Air laut ditampung di wadah. Wadah dengan ukuran 1x1 tersebut dapat menampaung air laut sebesar 72 liter. Setelah terisi, wadah ditutup dengan plastik transparan, lalu dibiarkan di bawah panas matahari.

Sengatan panas matahari mengubah air dalam penampung itu menjadi butiran embun yang menempel di plastik bagian atas. Butiran inilah yang mengalir ke selang yang sudah dipasang di sisi penampung. Air ini yang disebut hasil desalinasi.

Air langsung konsumsi

Menurut Noldy, sebanyak 72 liter air laut yang ditampung dapat menghasilan sekitar 17,5 liter air tawar. Air tawar ini dapat langsung dikonsumsi masyarakat. Selain air tawar, air laut yang telah mengering di dalam penampung meninggalkan butiran garam.

Teknologi yang ditawarkan geng imut ini menjadi satu finalis ajang Mandiri Young Technopreneur (MYT) yang digelar di Jakarta belum lama ini. Sama dengan nama geng motornya, alat ini diberi nama desalinator imut.

Alat tersebut sudah diterapkan di Pulau Sabu NTT. Pilihan di pulau ini pun berangkat dari perjalanan geng motor yang tengah berkeliling dari kampung ke kampung untuk memberikan pemahaman masyarakat mengenai peternakan.

Saat tiba di pulau itu, mereka terperanjat melihat masyarakat daerah setempat meminum air payau dari sumur-sumur yang tak jauh dari pantai.

Disebut imut karena dari sisi ukurannya, alat ini tergolong kecil, sedangkan tak jauh dari kawasan tersebut terdapat alat desalinator raksasa dengan investasi Rp1,4 miliar yang kini tak bisa lagi dimanfaatkan masyarakat setempat.

Inilah awal tercetusnya ide membuat desalinator dengan ukuran lebih kecil, gampang diproduksi dengan murah, serta mudah dipindahkan atau dibawa oleh masyarakat.

Kreativitas yang membawa Noldy P. Franklin, Donald W. Mangngi, dan Noverius H. Nggili menjadi finalis MYT kategori teknologi air bersih. Meski  bukan tergolong baru, alat ini termasuk teknologi tepat guna yang dapat dipakai untuk kepentingan masyarakat.

Masyarakat NTT, cerita Noldy harus berjalan hingga puluhan kilometer menuju sumber air bersih. Jumlah sumber air bersih di wilayah itu pun amat terbatas, terutama saat musik kemarau.

Dengan alat yang mereka rancang ini, masyarakat hanya butuh memindahkan air laut ke penampung untuk mendulang air bersih yang dapat digunakan untuk kebutuhan air minum maupun memasak.
Rencananya, alat yang akan dirancang ke depan berukuran lebih kecil dengan dimensi 60 cm x 60 cm berketinggian 20 cm. Biaya untuk membuat alat ini tergolong murah sekitar Rp500.000.
Bisa jadi, jika alat ini diterapkan untuk kawasan pantai di Pulau Jawa, biaya pembuatan jauh lebih murah. (arief.setiaji@bisnis.co.id) (tw)
 

Discuss: ENTREPRENEUR: Teknologi air bersih geng motor

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Other area