JAKARTA: Pemerintah menilai implementasi standar Euro 3 sebagai upaya mengurangi emisi pada sepeda motor membutuhkan waktu minimum 2 tahun karena masih ada kendala dari sisi bahan bakar dan infrastruktur.
Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian Budi Darmadi mengatakan industri sepeda motor di dalam negeri meminta waktu 2 tahun untuk menata infrastruktur yang terkait dengan produksi.
“Industri sepeda motor harus menyiapkan perubahan sistem engineering pabrik, instalasi, dan strategi pasar yang baru karena perlu menghabiskan stok lama dahulu sebelum produk motor berstandar Euro 3 meluncur,” katanya hari ini (23/02).
Namun, kesiapan industri sepeda motor tak akan banyak berarti kalau pada saat yang sama tak diikuti oleh ketersediaan bahan bakar yang menunjang standar Euro 3. “Dalam mendukung hal ini, Pertamina juga harus siap,” katanya.
Euro 3 merupakan bahan bakar yang memiliki spesifikasi khusus seperti nilai kandungan oktan yang sangat tinggi di antaranya RON minimum 91, MON minimum 85, sedangkan kandungan sulfur maksimum 150 ppm, volume aromatik 28% – 40%, dan olefin 21%.
Manager Non PSO Fuel Retail Marketing PT Pertamina Sugeng Priyono mengatakan persiapan infastriktur bahan bakar ke arah Euro 3 telah disiapkan termasuk soal logistik.
Saat ini, paparnya, produksi Pertamax yang sejalan dengan standar Euro 3 mencapai 5 juta kiloliter dan akan ditingkatkan menjadi 24 juta kl pada 2015. “Pertamax dan Pertamax Plus yang tersedia saat ini sudah setara dengan Euro 3 dan sudah diinjeksi additive [memenuhi standar detergency WWFC kategori 4],” katanya.
Namun, rendahnya penggunaan Euro 3 di sektor sepeda motor disebabkan minimnya dukungan baik dari kalangan produsen, mekanik dan berbagai pihak lain. “Dukungan penggunaan BBM berstandar Euro 3 harus lebih besar,” jelasnya.
Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata mengatakan pabrikan sepeda motor semakin serius mendukung implementasi Euro 3 karena secara teknis lebih efisien dan menguntungkan produsen. (ra)

Showing 0 - 0 of 0 comments