Bisnis Indonesia - Bisnis.com


EKSPANSI EMITEN: Sumber Alfaria fokus ke luar Jakarta

Large_alfamart

Berita Terkait

JAKARTA: PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, pengelola gerai Alfamart, akan memfokuskan ekspansi gerai di luar Jakarta tahun ini.

 

Menurut Direktur Corporate Affairs Sumber Alfaria Solihin, padatnya Jakarta membuat perseroan kesulitan mencari lahan yang sesuai.

“Kalau dibandingkan, pembukaan gerai Alfamart di Jakarta sebanyak 1 unit sedangkan di luar Jakarta bisa mencapai 60 unit dalam bulan yang sama,” ujarnya saat dihubungi hari ini, 7 Febuari 2012.

Solihin menambahkan, tahun ini perseroan berencana menambah 800 hingga 900 gerai baru di berbagai wilayah Indonesia. Saat ini, jumlah gerai yang dimiliki Sumber Alfaria telah mencapai 5500 gerai, 750 diantaranya berlokasi di Jakarta.

Sayangnya, Solihin tidak menjelaskan berapa kebutuhan dana yang dibutuhkan untuk ekspansi gerai tahun ini. Meski begitu, dalam situs resminya, Corporate Secretary Sumber Alfaria Fernia Rosalie Kristanto menyebut perseroan menganggarkan dana hinga Rp522 miliar untuk ekspansi tahun ini.

Fernia menambahkan, pada kuartal pertama tahun ini, setidaknya 150 gerai baru akan dibuka perseroan. Dia menambahkan, ekspansi akan lebih massif dilakukan pada kuartal dua dan tiga 2012.

Selain pembukaan 800 gerai baru, perseroan juga akan membangun setidaknya tiga pusat distribusi baru tahun ini. Investasi untuk tiga unit DC tersebut diperkirakan mencapai Rp240 miliar.

Menurut Solihin, lahan yang dibutuhkan untuk satu pusat distribusi mencapai 2—3 hektare. Adapun, harga 1 hektare lahan bisa mencapai Rp10 miliar.

Dalam waktu dekat, perseroan akan membuka DC baru di Makasar. Pembukaan tersebut dilakukan seiring rencana emiten berkode saham AMRT tersebut untuk mementrasi pasar Indonesia Timur seperti Sulawesi dan Kalimantan.

“Kita mulai dengan memerkuat Makassar. Rencana lain disesuaikan dengan kemampuan kami serta potensi setempat,” imbuhnya.

Massifnya ekspansi gerai perseroan, diharapkan bisa mendorong pertumbuhan penjualan hingga 20%, dari Rp18 triliun di 2011 menjadi Rp21,6 triliun di tahun ini. Kontribusi pendapatan gerai Jakarta terhadap pendapatan konsolidasi diperkirakan berkisar 12—14%.

Disinggung mengenai dampak terbitnya Instruksi Gubernur DKI Jakarta No 2 Tahun 2012 tentang Pencabutan Penundaan Perizinan Minimarket di Jakarta, Solihin menyambut baik terbitnya aturan tersebut.

Meski begitu, dia menyebut bahwa perseroan tetap akan memenuhi ketentuan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengenai izin pendirian minimarket.

Emiten lain yang akan diuntungkan dengan terbitnya Instruksi Gubernur DKI Jakarta No 2 Tahun 2012 tentang Pencabutan Penundaan Perizinan Minimarket di Jakarta adalah PT Modern International Tbk yang mengelola gerai convenience store 7-Eleven.

Seluruh gerai milik emiten berkode saham MDRN tersebut berada di Jakarta. Perseroan juga berencana akan menambah 60 gerai baru tahun ini dengan total investasi mencapai Rp180 miliar.

Hingga berita ini ditulis, Direktur Modern International Donny Sutanto tidak mengangkat telepon dan membalas pesan singkat yang dikirim Bisnis. (Bsi)

Discuss: EKSPANSI EMITEN: Sumber Alfaria fokus ke luar Jakarta

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Other area