Bisnis Indonesia - Bisnis.com


EKONOMI SUMUT: Kapasitas terpasang industri hanya 65,71%

Large_pabrik_kimia

Berita Terkait

MEDAN: Kapasitas terpasang industri di Sumatra Utara rata-rata hanya sebesar 65,71% dari total kapasitas produksi, sehingga potensi dukungan sektor industri terhadap pertumbuhan ekonomi masih sangat besar.

 

“Berdasarkan Survei Kegiatan Dunia Usaha Bank Indonesia Medan, rata-rata kapasitas produksi terpakai perusahaan tercatat 65,71%,” tulis Nasser Atorf, Pemimpin Bank Indonesia Medan, dalam laporan Kajian Ekonomi Regional Sumatra Utara yang dirilis Jumat (17/02). 

 

Dia mengemukakan relatif rendahnya rata-rata kapasitas produksi terpakai perusahaan, menunjukkan kinerja perusahaan belum optimal, sehingga sumbangan industri terhadap pertumbuhan ekonomi (produk domestik regional bruto/PDRB) masih dapat ditingkatkan.

 

Belum optimal

Secara terpisah, Irfan Mutyara, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Sumut, menambahkan produktivitas pelaku usaha di Sumut masih dapat ditingkatkan karena pemanfaatan semua potensi yang dimiliki masih belum optimal. 

 

“Potensi utama dari pelaku usaha di Sumut adalah sumber daya manusia. Daya juang pengusaha Sumut inggi sekali. Sumber daya manusia ini, didukung pula oleh sumber daya alam. Namun, memang masih ada kendala meningkatkan kapasitas produksi,” ujarnya.

 

Dia mengemukakan kendala meningkatkan kapasitas produksi terpasang adalah kurangnya dukungan infrastruktur, kebijakan investasi, dan pembiayaan.

 

Dari sisi pengembangan usaha, paparnya, sejak beberapa tahun terakhir, pengusaha Sumut banyak yang menerima tawaran kerjasama dari investor asing. Namun, sedikit sekali yang berhasil direalisasikan akibat minimnya infrastruktur.

 

Namun, dia mengatakan di sisi lain, meskipun lambat dalam perluasan usaha, semua kendala itu menyebabkan pengusaha Sumut lebih mandiri dan sektor industri masih dikuasai pengusaha domestik.

 

Rencana investasi

Berdasarkan data Bank Indonesia, rencana investasi untuk 2011 mencakup enam proyek PMA dengan sektor usaha pertanian tanaman pangan, perkebunan, jasa, industri makanan, konstruksi, perhotelan, dan industri kayu dengan total nilai investasi US$48,23 juta.

 

Realisasi investasi pada 2011 yang dilakukan PMA mencapai 23 proyek dengan nilai investasi US$242,49 juta dan PMDN sebanyak 14 proyek dalam bidang jasa, industri pakan, makanan, industri semen dan industri kimia dengan total nilai Rp491,99 miliar.

 

Data Badan Pusat Statistik Sumut menyebutkan pertumbuhan ekonomi menunjukkan kecederungan meningkat pertumbuhan pada 2011 turun tipis dari pertumbuhan pada 2010 dari 6,37% (year-on-year) menjadi 6,62%.

  

Sepanjang 2011 kegiatan investasi tumbuh sebesar 8,48% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang pertumbuhannya mencapai 2,94%.

 

Sementara itu, beberapa kinerja investasi pada kuartal IV/2011 menunjukan perlambatan kinerja. mpor barang modal (capital goods) Sumut menyusut 46,49% dibandingkan dengan kuartal sebelumnya dengan volume 43.800 ton.

 

Berdasarkan survei penjualan eceran (SPE), penjualan bahan konstruksi pada kuartal terakhir tahun lalu meningkat menjadi Rp3,1 miliar dari kuartal III/2011 yang mencapai Rp2,6 miliar, atau tumbuh 24,79%. (k58/esu/Bsi)

Discuss: EKONOMI SUMUT: Kapasitas terpasang industri hanya 65,71%

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Other area