JAKARTA: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengusulkan dana promosi Rp400 miliar-Rp500 miliar untuk mendukung perkembangan ke-15 sektor produk ekonomi kreatif.
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar mengatakan pihaknya baru mengusulkan dana promosi untuk produk ekonomi kreatif antara Rp400 miliar-Rp500 miliar untuk menyelenggarakan kegiatan promosi tahun ini.
"Kita sangat mendukung promosi produk kreatif karena juga berhubungan dengan daya tarik wisata," katanya di sela-sela pembukaan pameran dagang Indonesia Fashion Week pertama, di Jakarta Convention Center, hari ini (23/02)
Jakarta Fashion Week (JFW) yang berlangsung 23-26 Februari itu menampilkan 400 brand, 200 perancang mode dengan target pengunjung sebanyak 30.000 orang. Pameran tersebut dilaksanakan oleh Indonesia Fashion Week yang didukung oleh empat kementerian yaitu Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan UKM dan Kemeterian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Pameran dagang yang berlangsung selama empat hari itu diresmikan oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa. Target pelaksanaan pameran dagang tersebut mempertemukan business to business (B to B) antara produsen produk fashion dan peritel produk fashion di Indonesia.
Sapta mengatakan pihaknya akan meningkatkan kegiatan promosi dan meningkatkan mutu kegiatan promosi produk kreatif. "Kita juga punya program wisata belanja sehingga dapat meningkatkan daya beli produk fashion dan meningkatkan jumlah turis" katanya.
Taruna K. Kusmyadi, Ketua Asosiasi Perancang Pengusaha Mode, organisasi penggagas pelaksanaan IFW, mengatakan produk fashion merupakan produk baru yang mempunyai nilai tinggi.
Tujuan pelaksanaan kegiatan itu merupakan wujud dari mimpi organisasi tersebut sejak 1993 untuk mengembangkan industri fashion yang secara bertahap, dimulai dengan memperkuat brand lokal di dalam negeri setelah itu di tingkat Asia kemudian di dunia. (ra)

Showing 0 - 0 of 0 comments