Bisnis Indonesia - Bisnis.com


EKONOMI KREATIF: Daerah minta bantuan pusat

Large_laptop__5_

Berita Terkait

MALANG: Pemerintah pusat meminta Pemda membantu mengembangkan ekonomi kreatif berbasis teknologi informasi (TI) dengan membentuk inkubator-inkubator agar bisa memfasilitasi pemuda kreatif di bidang teknologi tersebut.

Direktur Pemberdayaan Industri Informatika Ditjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Isa Anshary mengatakan pengalaman di negara lain, ekonomi kreatif berbasis TI mendorong pertumbuhan ekonomi yang signifikan seperti di India. Di India, banyak berdiri inkubator untuk pengembangan ekonomi kreatif berbasisTI.

“Di Indonesia, ekonomi kreatif berbasis TI banyak berkembang di Yogyakarta dan Bandung. Kota Malang potensial untuk dikembangkan ekonomi kreatif berbasis TI karena banyak perguruan tinggi berdiri di kota ini,” kata Isa Anshary di sela-sela acara Gerkaan Malang Go Source di Malang, Selasa (21/02).

Di Yogyakarta, kata dia, seorang mahasiswa semester IV bisa bergaji Rp130 juta per bulan karena penemuan di bidang software berhasil dijual. Seorang guru di Pekanbaru yang juga menemukan program tertentu di bidang TI gaya hidupnya berubah karena menjadi makmur.

“Di Bandung, Fatma anak SMP menciptakan game membunuh tikus. Dia memang mengajarkan teman-teman agar memerangi korupsi. KPK tertarik dan memintya untuk mengembangkan game tersebut sebagai bagian dari kampanye anti-korupsi.”

Menurut dia, pendirian inkubator ekonomi kreatif berbasis TI sebenarnya sudah banyak. Contohnya seperti yang didirikan perguruan tinggi.

Membangun sendiri
Namun pemerintah juga akan membangun sendiri inkubator untuk masyarakat umum dengan bekerja sama dengan pemda. Pada 2012, ditargektan akan didirikan incubator untuk pengembangan ekonomi kreatif berbasis TI di 33 provinsi.

“Dananya tidak banyak. Paling banyak Rp500 juta untuk lima unit komputer lengkap dengan software-nya.”

Dia mengakui, sumbangan ekonomi kreatif berbasis TI kecil bila dibandingkan produk fashion maupun lainnya. Namun jika berhasil dikembangkan, maka sumbangan TI akan berhasil.

Ketua Umum Asosiasi Perguruan Eko Indrajit, menambahkan pengembangan ekonomi kreatif berbasis TI bisa mempunyai efek domino pengembangan ekonomi kreatif lainnya. Intinya, pengembangan TI dapat mendukung perkembangan ekononi lainnya, terutama ekonomi kreatif.

Pengembangan ekonomi kreatif berbasis TI bisa lebih mudah dan murah karena masyarakat bisa memanfaatkan software open sourse. Dengan demikian, maka mereka tidak perlu memerlukan dana untuk membeli software-nya.

Isa menegaskan, yang menjadi masalah terkait dengan pemasaran produk-produk ekonomi kreatif berbasis TI.

Pemerintah sebenarnya telah memfasilitasi antara pelaku ekonomi tersebut dengan pembeli lewat forum tahunan, yakni Indonesia Information Communication Technology Award, sebuah penghargaan yang diberikan kepada penemu terbaik di bidang teknologi informasi.

Menurut Eko, menjual produk ekonomi kreatif TI sebenarnya mudah, yakni dengan menjalin kerja sama dengan jasa perdagangan. Mereka dibayar atas dasar fee penjualan produk. (K24/Bsi)

Discuss: EKONOMI KREATIF: Daerah minta bantuan pusat

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Other area