TOKYO: Managing Director Asian Development Bank (ADB) Rajat Nag menyatakan pemerintah China harus mulai mempertimbangkan pemberian stimulus fiskal, jika krisis utang Eropa mulai merembet ke Amerika Serikat.
“Krisis Eropa merupakan masalah besar dalam situasi global ini. Sejumlah negara seperti China harus mulai mempertimbangkan kemungkinan pemberian stimulus fiskal, jika krisis kawasan Eropa mulai lebih serius, dan dampaknya mulai merembes ke Amerika,” ujarnya hari ini (09/02).
Beberapa hari lalu, International Monetary Fund menyatakan bahwa memburuknya krisis utang Eropa telah berpengaruh pertumbuhan rata-rata China.
Sebelumnya kreditor memproyeksikan rata-rata pertumbuhan negara Tirai Bambu sebesar 8,2% pada 2012. Lembaga pemeringkat internasional, Fitch menyatakan anjloknya perekonomian negeri itu merupakan risiko kunci, pereknomian global.
“Penilaian kami terhadap situasi tersebut kemungkinan tidak sampai terjadi penurunan ekonomi yang tajam. Jika krisis kawasan Eropa dapat terselesaikan, maka China masih dapat bertumbuh lebih dari 8% per tahun,” katanya. (Dle/Bsi)

Showing 0 - 0 of 0 comments