Bisnis Indonesia - Bisnis.com


EKONOMI CHINA: ADB sarankan stimulus fiskal

Large_sx025_31a9_9

Berita Terkait

TOKYO: Managing Director Asian Development Bank (ADB) Rajat Nag menyatakan pemerintah China harus mulai mempertimbangkan pemberian stimulus fiskal, jika krisis utang Eropa mulai merembet ke Amerika Serikat.

“Krisis Eropa merupakan masalah besar dalam situasi global ini. Sejumlah negara seperti China harus mulai mempertimbangkan kemungkinan pemberian stimulus fiskal, jika krisis kawasan Eropa mulai lebih serius, dan dampaknya mulai merembes ke Amerika,” ujarnya hari ini (09/02).

Beberapa hari lalu, International Monetary Fund menyatakan bahwa memburuknya krisis utang Eropa telah berpengaruh pertumbuhan rata-rata China.

Sebelumnya kreditor memproyeksikan rata-rata pertumbuhan negara Tirai Bambu sebesar 8,2% pada 2012. Lembaga pemeringkat internasional, Fitch menyatakan anjloknya perekonomian negeri itu merupakan risiko kunci, pereknomian global.

“Penilaian kami terhadap situasi tersebut kemungkinan tidak sampai terjadi penurunan ekonomi yang tajam. Jika krisis kawasan Eropa dapat terselesaikan, maka China masih dapat bertumbuh lebih dari 8% per tahun,” katanya. (Dle/Bsi)

Discuss: EKONOMI CHINA: ADB sarankan stimulus fiskal

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi

Most Read

Small_px002_627c_9

Chevron kena denda Rp165,24 triliun karena cemari Amazon

JAKARTA: Pengadilan banding Ekuador menguatkan putusan bahwa Chevron Corp harus membayar US$18 miliar (sekitar Rp165,24 trliun) atas tuduhan mencemari hutan Amazon dan merusak kesehatan masyarakat.   Hakim memerintahkan Chevron untuk membayar US$8,6 miliar  akibat kerusakan lingkungan Februari 2011, tapi jumlahnya lebih dari dua kali lipat menjadi sekitar US$18 miliar karena Chevron tidak membuat permintaan maaf publik seperti yang dipersyaratkan oleh putusan awal.


Other area