Bisnis Indonesia - Bisnis.com


DEFISIT ANGGARAN AS: Obama prediksi US$1,3 triliun

Large_obama

Berita Terkait

WASHINGTON: Anggaran Presiden AS Barack Obama yang dirilis pada Senin akan memproyeksikan defisit US$1,3 triliun untuk tahun fiskal saat ini, sedikit lebih tinggi dari US$1,296 triliun pada 2011.

Seorang pejabat pemerintah mengatakan anggaran tahunan terakhir Obama sebelum dia berusaha dipilih kembali pada November juga diproyeksikan defisit US$901 miliar untuk tahun fiskal 2013 (mulai Oktober 2012).

Rencana pengeluaran juga akan mencakup lebih dari US$350 miliar untuk program penciptaan lapangan kerja jangka pendek.

Pejabat itu menegaskan usulan tersebut juga mencakup US$476 miliar dalam belanja infrastruktur jalan-jalan dan proyek transportasi lainnya serta termasuk lebih dari US$360 miliar penghematan dari program kesehatan yang dikelola pemerintah bagi manula dan kaum miskin.

Anggaran tersebut mungkin akan mencerminkan rencana pengeluaran yang dirancang untuk mencegah sebuah penutupan pemerintahan pada September.

Angka Kementerian Keuangan AS untuk empat bulan pertama tahun fiskal 2012 menunjukkan bahwa AS mengurangi defisit 16,6% dari tahun sebelumnya.

Pengurangan 3,2% dalam pengeluaran ditambah dengan kenaikan tajam dalam penerimaan pajak membantu menurunkan defisit empat bulan menjadi US$349 miliar dari US$419 miliar setahun sebelumnya.

Dorongan utama terhadap pendapatan pemerintah berasal dari sektor korporasi, di mana pengembalian dana menyusut hampir setengah dan pajak naik 8,5%. (Antara News/AFP/TW)
 

Discuss: DEFISIT ANGGARAN AS: Obama prediksi US$1,3 triliun

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi

Most Read

Small_px002_627c_9

Chevron kena denda Rp165,24 triliun karena cemari Amazon

JAKARTA: Pengadilan banding Ekuador menguatkan putusan bahwa Chevron Corp harus membayar US$18 miliar (sekitar Rp165,24 trliun) atas tuduhan mencemari hutan Amazon dan merusak kesehatan masyarakat.   Hakim memerintahkan Chevron untuk membayar US$8,6 miliar  akibat kerusakan lingkungan Februari 2011, tapi jumlahnya lebih dari dua kali lipat menjadi sekitar US$18 miliar karena Chevron tidak membuat permintaan maaf publik seperti yang dipersyaratkan oleh putusan awal.


Other area