Bisnis Indonesia - Bisnis.com


DATA PERDAGANGAN: Kaltim penyumbang ekspor terbesar, disusul Jabar dan Riau

Large_batubara003

Berita Terkait

Berikut ini adalah ringkasan data resmi tentang kinerja ekspor dan imp0r yang diukeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS), Senin, 2 Januari 2012:

 

* Nilai ekspor Indonesia November 2011 mencapai US$16,92 miliar atau mengalami penurunan sebesar 0,20% dibanding ekspor Oktober 2011. Sementara bila dibanding November 2010 ekspor mengalami peningkatan sebesar 8,25%.

 

* Ekspor nonmigas November 2011 mencapai US$13,74 miliar, turun 1,13% dibanding Oktober 2011, sedangkan dibanding ekspor November 2010 meningkat 7,18%.

 

* Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari−November 2011 mencapai US$186,11 miliar atau meningkat 32,04% dibanding periode yang sama tahun 2010, sementara ekspor nonmigas mencapai US$148,45 miliar atau meningkat 27,79%.

 

* Penurunan ekspor nonmigas terbesar November 2011 terjadi pada bijih, kerak, dan abu logam sebesar US$353,8 juta, sedangkan peningkatan terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$872,3 juta.

 

* Ekspor nonmigas ke China November 2011 mencapai angka terbesar yaitu US$2,31 miliar, disusul Jepang US$1,57 miliar dan Amerika Serikat US$1,18 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 36,83%. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,62 miliar.

 

* Menurut sektor, ekspor hasil industri periode Januari−November 2011 naik sebesar 27,84% dibanding periode yang sama tahun 2010, demikian juga ekspor hasil pertanian naik 3,48% serta ekspor hasil tambang dan lainnya naik 32,25%.

 

* Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada periode Januari−September 2011 berasal dari Kalimantan Timur dengan nilai US$28,19 miliar (18,52%), diikuti Jawa Barat sebesar US$20,27 miliar (13,32%) dan Riau sebesar U$15,52 miliar (10,20%).

 

Discuss: DATA PERDAGANGAN: Kaltim penyumbang ekspor terbesar, disusul Jabar dan Riau

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Other area