MEDAN: Kalangan pengusaha di Sumatra Utara mempertanyakan hasil investasi yang dilakukan PT Jamsostek terhadap dana jaminan sosial tenaga kerja karena dinilai tidak signifikan membantu meningkatkan kesejahteraan karyawan.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Sumut Irfan Mutyara mengatakan hampir semua perusahaan di Sumut menyediakan fasilitas jamsostek yang dicadangkan untuk mengantisiasi terjadinya kecelakaan dan kematian, serta untuk pemeliharaan kesehatan dan jaminan hari tua.
Namun, pada perkembangannya, ujarnya, dana itu diinvestasikan oleh PT Jamsostek. Dia mengatakan pihaknya tidak keberatan dengan upaya itu, asalkah tidak berisiko merugikan karyawan.
Selain itu, sudah sepantasnya karyawan dan perusahaan mendapatkan manfaat dari investasi itu. Ke depan, dia meminta agar PT Jamsostek mengalokasikan sebagian keuntungan dari investasi dana jamsosten kepada perusahaan untuk diteruskan kepada karyawan.
“Dana jamsostek yang dihimpun dari setiap pengusaha hanya dinikmati oleh jamsostek itu sendiri, jamsostek menginvestasikan dana triliunan di pasar saham dan obligasi, akan tetapi hasilnya tidak pernah dinikmati oleh para karyawan," jelasnya, kepada Bisnis, pekan ini.
Dana ini, tambahnya, akan membantu perusahaan meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja, di tengah banyaknya pungutan atau biaya operasional lain yang dibebankan kepada perusahaan, misalnya kebijakan investasi yang menimbulkan biaya ekonomi tinggi, dan faktor lain.
Irfan menambahkan Jamsostek diharapkan lebih transparan dalam pembagian hasil investasi dana jaminan sosial tenaga kerja di pasar saham, obligasi, atau investasi lain. Dana ini, ujarnya, akan dapat membantu pengusaha memenuhi persyaratan upah minimum karyawan.
Hak karyawan
Secara terpisah, Ketua DPD Federasi Serikat Pekerja NIBA SPSI Sumut Bustaman Piliang meminta Jamsostek seharusnya tidak mengambil hak-hak karyawan dalam mengelola dana jaminan sosial.
Untuk itu, dia mendesak pemerintah memastikan dana jaminan sosial tenaga kerja dikelola dengan baik. Jika dana itu diinvestasikan, paparnya, karyawan sebagai pemilik dana harus mendapatkan bagi hasil sepantasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Jamsostek Sumut Banjar Aseli DS saat hendak dikonfirmasi Bisnis tidak berada di kantornya. Stafnya Y Simamora mengatakan Banjar Aseli pada pekan ini sedang berada di Sumut.
Sewaktu ditanya mengenai pengelolaan dana yang dihimpun oleh Jamsostek yang diperkirakan mencapai triliunan rupiah ke pasar saham dan obligasi, Simamora mengaku tidak paham, sambil mengatakan semua persoalan terkait dana ditangani dengan profesional dan pengawasan yang ketat oleh pemerintah. (faa)

Showing 0 - 0 of 0 comments