Bisnis Indonesia - Bisnis.com


DAGING SAPI: Pedagang keluhkan kelangkaan pasok

Large_daging_sapi-rmt_dc

Berita Terkait

JAKARTA: Pelaku usaha mengeluhkan kelangkaan pasokan daging sapi di wilayah DKI Jakarta, sehingga mereka meminta pemerintah memberikan alokasi khusus impor daging sapi bagi DKI Jakarta, karena pasokan di wilayah Ibu Kota terbatas.

Kepala Bidang Peternakan Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta Ahmad Hadi mengatakan konsumsi daging di Jakarta saat ini mencapai 120 ton per hari.

Menurutnya, jika harga daging sapi tidak stabil, maka dikhawatirkan akan menyebabkan jumlah pengusaha industri pengolahan dan pedagang yang bangkrut kian bertambah.

Dia mengharapkan pemerintah bersedia memperhatikan nasib industri dan pedagang di Jakarta yang kekurangan pasokan dan harga yang tinggi. HIPPI, katanya, mengharapkan pemerintah memberi kuota khusus untuk memenuhi kebutuhan daging di Jakarta.

"Jika kebutuhan 120 ton per hari,  minta dialokasikan 200 ton. Kalau tidak siap baru kita cari jalan keluar lainnya, misal dengan tambah kuota impor daging," ujarnya saat Konferensi Pers, hari ini (07/02).

Dia akan melakukan kunjungan dan pembicaraan dengan stakeholder terkait kebutuhan daging,  seperti Kementerian Pertanian, Pemda DKI Jakarta, dan pemerintah daerah pemasok sapi. Daerah penghasil sapi di Indonesia diantaranya Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurutnya, kenaikan harga daging sapi saat ini mencapai 25%, bahkan harga daging tetelan sebagai bahan baku bakso naik hingga 40%.

Saat ini, harga daging sapi di tingkat konsumen Rp60.000-Rp65.000 per kg. Padahal, saat lebaran, pengusaha berpatokan harga daging hanya Rp70.000 per kg, sedangkan saat ini sudah mematok harga Rp 80.000 per kg.

Naiknya harga daging di Jakarta, katanya, disebabkan tersendatnya pasokan dari daerah. Selain itu, stok daging dipasaran terbatas akibat pemerintah yang mengurangi kuota daging impor.

"Industri olahan banyak yang berada di Jakarta, ketergantungannya terhadap pasokan daging dari luar itu tinggi sekali. Selama ini, pasokan berasal dari Jawa Barat, Banten, dan Jawa Timur," papar dia.

Menurutnya, ratusan pengusaha dan pedagang yang tergabung dalam HIPPI DKI Jakarta terancam bangkrut, karena tidak berdaya mengatasi kenaikan harga daging.

Saat ini,  pelaku usaha tidak mampu menaikkan harga karena berisiko tidak laku. Pada tahun lalu, katanya, mereka sudah mengalami hal serupa, yang mendorong ribuan pedagang daging dan bakso unjuk rasa. (Bsi)
 

Discuss: DAGING SAPI: Pedagang keluhkan kelangkaan pasok

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Other area