JAKARTA: Masyarakat perlu mewaspadai cuaca ekstrim yang melanda Indonesia saat ini, dengan menjaga ketahanan tubuh dan mengonsumsi makanan dan minuman yang banyak mengandung vitamin C.
Frans Abednego Barus dari Klinik Asma dan Alergi Dokter Indrajana Jakarta mengatakan virus dan bakteri berada di sekeliling manusia. Jika daya tahan tubuh lemah, virus itu dapat masuk melalui saluran pernapasan, sehingga terjadi infeksi.
"Bagi masyarakat yang sibuk, terutama yang tinggal di kota besar, pada saat cuaca ekstrim ini haruslah menjaga pola makan untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral tubuh. Dengan mengonsumsi sayur dan buah-buahan yang mengandung vitamin C akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh dalam menghadapi cuaca yang serba tak menentu," ujarnya, Senin 6 Februari 2012.
Frans menuturkan saat ini banyak tersedia multivitamin yang mengandung vitamin C berbahan dasar alami dengan takaran dosis tepat yang dibutuhkan tubuh, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir daya tahan tubuh akan berkurang selama cuaca ekstrim.
"Bila dirasakan makanan dan minuman yang dikonsumsi belum mencukupi, bisa menambahkanya dengan vitamin dan suplemen untuk menjaga agar tubuh tetap kuat," ungkapnya.
Dia mengatakan vitamin C yang dikenal dengan nama asam askorbat, menurut hasil penelitian mampu meningkatkan sel-sel yang berguna bagi daya tahan tubuh. "Kebutuhan vitamin C khususnya bagi mereka yang aktif di luar ruang sekitar 100-200 miligram, sedangkan bagi yang jarang beraktivitas di luar cukup mengonsumsi 50-150 miligram," ujarnya.
Bagi mereka yang sudah terlanjur terkena penyakit tetap, lanjutnya, harus diberikan obat. Sementara vitamin C hanya untuk membantu pemulihan ketahanan tubuh yang rusak akibat penyakit.
Purwantyastuti, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, juga mengharapkan masyarakat dapat menjaga daya tahan tubuh dengan menjaga pola makan yang berimbang.
"Berimbang dalam hal ini adalah pola makan itu harus mampu memenuhi kebutuhan karbohidrat, protein, dan vitamin, serta istirahat yang cukup sehingga kondisi tubuh tetap sehat," ujarnya.
Dia juga mengatakan cuaca ekstrim bisa membuat seseorang kurang mendapatkan pencahayaan matahari, padahal cahaya matahari mampu membunuh kuman dan virus.
Penambahan suplemen dan vitamin, katanya, dibutuhkan bila seseorang merasa masih kurang mengonsumsi makanan dan minum yang berimbang. "Anggapan bahwa cuaca ekstrim membuat seseorang masuk angin, tidak dikenal dalam istilah kedokteran. Karena itu keluhan sakit kepala, perut kembung, dan sebagainya, itu yang akan diobati," ujar Purwantyastuti.
Namun, bila terkena penyakit saluran napas akibat virus, katanya, maka obat yang diberikan adalah untuk meredakan gejalanya seperti batuk, pilek, dan sakit kepala. Biasanya dengan sistem kekebalan tubuh, dalam tiga hari sudah sembuh.
Keluhan pusing, kembung, dan sakit kepala, ujarnya, umumnya merupakan gejala awal penyakit. Untuk itu masyarakat harus mulai memperhatikan asupan gizi yang berimbang.(bas)

Showing 0 - 0 of 0 comments