Bisnis Indonesia - Bisnis.com


BURSA CERITA: Jilbab anak kiai

Large_eries-tandatanya2

Berita Terkait

 

Di satu kota tersebut lah nama seorang tokoh agama yang disegani. Meski menyandang predikat tokoh agama, lelaki punya anak yang terlibat pergaulan bebas di Jakarta. Mungkin anaknya gak sanggup menahan godaan Ibu Kota yang terlalu hedonis.

 

Singkatnya, setelah hitungan tahun hidup di Jakarta dan bergelimang dosa, kawan kita anak tokoh agama itu mendapat email tentang kisah si Pembaca Berita dengan jilbabnya.  Tersentuh lah kawan kita sampai berlinang air mata kita membaca penuturan si Pembaca Berita itu. Dia pun merasa hidupnya bergelimang dosa dan jauh dari aturan agama.

 

Akhirnya dia memutuskan pulang ke kota kecil kelahirannya di Jawa Timur. Padahal di Jakarta dia sudah menempati posisi strategis di salah satu bank asing. Keputusan yang banyak disesalkan oleh teman sepergaulannya.

 

Sang Kiai juga mendengar anak kesayangannya berniat kembali ke kota kelahirannya. Rasa gembira membuncah di hatinya. “Biarlah anakku hidup dengan materi secukupnya di sini, daripada uang berlimpah, dosa pun berlimpah di Jakarta,” fikir sang tokok agama itu.

 

Syukuran kecil-kecilan dipersiapkan untuk menyambut si Anak. Kegiatan di pesantren milik sang kiai dihentikan sementara.

 

Hari yang ditunggu, sang Anak sampai di gerbang pesantren tanpa menenteng apapun. Hatinya sudah bulat melepas semua yang berbau keduniawian. Matanya masih terlihat sembab setelah menangis berhari-hari.

 

Dengan ‘langkah yang terbata-bata’ dia masuk ke dalam pesantren kebanggaan sang Ayah. Dari dalam rumah sederhana milik sang Kiai, terlihat ibunda dan keempat saudaranya menemani tokoh agama itu.

 

Setelah mengucap salam yang dijawab serempak oleh orang tua dan kakak dan adiknya, si Anak langsung memeluk kedua pahanya ibunya seraya meminta maaf. Kenapa Ibu? Karena sang anak tetap merasa Ibunda lah yang memang seharusnya didahulukan untuk dihormati.

 

Setelah bercerita panjang lebar mengakui kesalahannya dan ingin bertobat, si Anak mengutarakan keinginannya untuk mengenakan jilbab.

 

Mendengar keinginan anaknya, sontak sang Kiai bangkit dari duduknya dan menghardik dengan nada tinggi sambil menolak mentah-mentah niatan si Anak.

 

“Jadi ini yang kamu dapat dari bersekolah tinggi-tinggi di Jakarta. Menyesal aku mengirim engkau ke kota durjana itu kalau begini hasilnya. Lebih baik kau tinggalkan rumah ini” geram Kiai sambil mengusir si Anak.

 

Merasa tidak diterima oleh keluarganya, ABDUL MADJID, si Anak itu, merasa memang Jakarta lah sebaik-baiknya tempat bagi dirinya.

Discuss: BURSA CERITA: Jilbab anak kiai

Showing 1 - 5 of 5 comments

  • 0a8b919f318c730dea109050a1dc1820.png?s=37&d=http%3a%2f%2fwww.bisnis.com%2fimages%2fimg-comment-avatar

    achmadfaisal

    Kamis, 12 April 2012 | 18:05 WIB

    Coba, manusia-manusia yg menulis menjelek-jelekkan islam diatas menunjukkan batang hidungnya atau jatidirinya kalau berani. Dasar pengecut , munafiq, kafir, pikirannya dangkal, jiwanya kerdil. SIAPA LOE ?? tunjukkan dirimu!! Kalau kamu menganggap Islam itu salah, lalu agama yang benar itu apa?????????????? tunjukkan dasarnya???????????? atau kamu atheiss??????????????????????

  • 5ffdf36bbce2db426fab99c3c7fdd5ee.png?s=37&d=http%3a%2f%2fwww.bisnis.com%2fimages%2fimg-comment-avatar

    adhinoofa

    Senin, 19 Maret 2012 | 18:48 WIB

    @ariyudhaa: Dibaca bagian endingnya bos... Jelas aja g boleh, wong namanya aja abdul majid (perasaan yg make nama itu cuma cowok) masa mau pake jilbab? jelas aja ditentang sama bokapnya... Setuju g bos???

  • Fdc971e7aaa9dab2a62ff883279b5b09.png?s=37&d=http%3a%2f%2fwww.bisnis.com%2fimages%2fimg-comment-avatar

    Kompas

    Sabtu, 18 Februari 2012 | 17:30 WIB

    Buku cerita Pinokio lebih suci dibanding alquran. Umat muslim benar-benar tidak punya otak mengkritik buku primitif islam yang mati dihukum lalu merasa suci dengan membunuh bangsanya sendiri karena ajaran islam. Tidak heran muslim binasa karena buku ajaran islam yang dijadikan politik oleh bangsa arab untuk bisnis wisata di gurun tandus mereka dan menyerap semua sumber daya indonesia. Tidakkah bangsamu terlihat tolol menyembah batu tanah 5 kali sehari sambil mengganggu ketenangan lingkungan seperti tarzan primitif lalu merasa paling suci lalu pergi ke gurun arab hanya untuk melempar batu karena diperintah oleh buku? Pernahkah Palestina mengucapkan terima kasih untuk dukungan indonesia? Memalukan.

  • Ae21488e540195fc3c6d7ad71267d381.png?s=37&d=http%3a%2f%2fwww.bisnis.com%2fimages%2fimg-comment-avatar

    Dosa-Dosa islam

    Jum'at, 10 Februari 2012 | 22:02 WIB

    islam Cengeng dan Gila Hormat. Allahmu tidak membutuhkan jilbab putihmu melainkan kejujuranmu. Allahmu tidak membutuhkan banyaknya doa suram yang angkuh cengeng lidah munafikmu melainkan karyamu. Allahmu tidak membutuhkan kerasnya suara mesjidmu yang membuat suram hati umatmu dan bumimu melainkan kelembutanmu. Selembar kain jilbab dan ajaran buku islam yang statis bukan ukuran kesucian hidup yang penuh dinamika ini melainkan perjuangan hidup itu sendiri. Sudahkah muslim sadar akan semua dosa-dosa islam ajaran primitif masa lalu terkutuk padang gurun arab? muslim memang buta karena ajaran sempit islam yang statis dangkal dan sudah tidak relevan lagi.

  • 2dc05eda2849499dd26551b6d95115e8.png?s=37&d=http%3a%2f%2fwww.bisnis.com%2fimages%2fimg-comment-avatar

    ariyudhaa

    Jum'at, 10 Februari 2012 | 13:22 WIB

    ga jelas, ceritanya “Biarlah anakku hidup dengan materi secukupnya di sini, daripada uang berlimpah, dosa pun berlimpah di Jakarta,” fikir sang tokok agama itu. dengan Mendengar keinginan anaknya, sontak sang Kiai bangkit dari duduknya dan menghardik dengan nada tinggi sambil menolak mentah-mentah niatan si Anak. orang taubaat ko dilarang..???

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi

Most Read


Other area