Syahdan, ketika zaman dulu binatang masih bisa berkomunikasi dengan manusia. Seekor bebek yang terkenal bangor (bandel yang teramat sangat) berjalan sendirian menuju warung nasi khusus manusia.
Berjalan sambil ngesot-ngesot (namanya juga bebek), sang bebek terlihat percaya diri meski banyak mata yang memandang. Orang di sekitar warung heran, ngapain tuh bebek ke warung khusus manusia.
"Pak..pak," bebek membuka suara saat sampai di dalam warung, khas dengan suara seperti Donald Duck.
"Ya bek. Ngapain ke sini...?" tanya pemilik warung dengan heran.
"Hmmm, ada makanan buat bebek gak, Pak?" bebek menimpali pertanyaan pemilik warung.
"Waduh bek, di sini warung nasi manusia. Gak jual makanan binatang. Cari dong di toko makanan bebek," jawab pemilik warung sambil tetap melayani pengunjung warungnya.
"Oke deh Pak, tengkyu," bebek menjawab sambil mengibaskan sayapnya sambil langsung ngeloyor.
Besoknya, si Bebek terlihat lagi menuju warung nasi yang itu juga dan langsung masuk.
"Lho, bek ngapain ke sini lagi?" si pemiik warung langsung bersuara menyambut kedatangan binatang petelur itu.
"Hmmmm..., ada makanan bebek gak pak," tanya si bebek sambil senyum-senyum.
Pemilik warung mulai keliatan sewot karena kemarin dia sudah bilang tidak jual makanan bebek. "Kan udah saya dibilangin kemarin, di sini gak jual makanan bebek," geramnya.
"Ya udah, kalau memang gak jual," tutur si Bebek sambil nyengir dan langsung ngeloyor.
Hari ketiga, si bebek terlihat lagi berjalan ke arah warung itu dan langsung masuk.
Sebeum sempet si bebek berucap, pemilik warung yang sudah sebal si Bebek langsung nyerocos.
"Ngapain lagi, elo mau tanya ada makanan bebek lagi...?! Udah gue bilang gak ada. Ntar lama-lama gue PAKU nih cocor lu," bentak pemilik warung yang merasa terganggu dengan kedatangan si Bebek.
Dibentak gitu, Bebek langsung ngeloyor kabur, tetapi masih sempet cengar-cengir.
Besoknya, entah nih bebek berani atau bagaimana, dia terlihat datang lagi ke warung nasi itu. Wajah si pemilik warung sudah memerah menahan marah melihat kehadiran si Bebek.
Cuma belum sempat dia marah-marah, bebek bersuara duluan. "Pak, jualan PAKU gak...? tanya bebek sambi senyum-senyum.
"Aduh bek, di sini warung nasi bukan toko bahan bangunan," si pemilik warung sedikit bingung sambil menahan marah.
"Hmmmm, kalau makanan bebek ada gak???" tanya bebek.

Showing 0 - 0 of 0 comments