MALANG: Bulog Malang optimistis dapat menyerap 70% beras dari target pengadaan pada 2012 sebesar 63.000 ton pada saat panen raya di Malang, yakni Maret-Mei 2012.
Kepala Bulog Malang Awaludin Iqbal mengatakan selain didukung dari hasil saat pada panen raya selama Maret-Mei 2012, sikap optomistis terhadap hasil pengadaan tersebut juga didorong oleh penetapan harga pembelian pemerintah (HPP) beras yang baru sebesar Rp6.600 per kg.
Dia menyebutkan panen padi di Malang karakteristiknya berbeda dengan daerah lain. Panen di Malang lebih merata sepanjang tahun, namun panen raya pada 2012 diperkirakan pada Maret-Mei.
“Dengan HPP beras baru sebesar Rp6.600 per kg maka kami optimistis akan mampu menyerap beras di pasar. Harga tersebut masih kompetitif,” katanya kepada Bisnis hari ini.
Lagi pula, lanjut dia saat ini harga gabah di Malang sudah relatif turun meski masih tinggi. Harga gabah kering panen masih Rp4.000 per kg, sedangkan di daerah lain justru di bawahnya.
Harga gabah kering panen di Kab. Lamongan sudah mencapai Rp3.300 per kg, sedangkan di Kab. Pasuruan lebih tinggi lagi namun masih rendah daripada di Kab. Malang, yakni Rp3.600 per kg.
Namun dengan harga sebesar itu, dia yakinkan, masih dalam kisaran HPP. Harga pembelian gabah kering Bulog sebesar Rp4.300 per kg. Dengan harga gabah sebesar itu, rekanan masih bisa menjual beras ke Bulog.
Rekanan Bulog Malang yang sudah dapat menyetorkan beras, yakni rekanan yang pengadaan gabah atau berasnya berasal dari Pasuruan. Beras yang sudah masuk ke Bulog sampai saat ini mencapai 300 ton.
Realisasi pengadaan sebesar, dia akui, masih jauh dari target pengadaan beras sebesar 63.000 ton selama 2012. Namun hal itu dimaklumi karena di Malang dan Pasuruan masih belum memasuki masa penen raya.
Dengan masuknya panen raya dan adanya HPP baru, maka pengadaan beras bisa dipacu, dipercepat.
Penyerapan beras pada puncak panen diharapkan dapat mencapai 70% dari target pengadaan 2012.
Perkiraan itu didasarkan prediksi oleh Dinas Pertanian Kab. Malang yang menyebut bahwa pada 2012 angka surplus padi akan meningkat, yakni dari 67.000 ton pada 2011 menjadi 70.000 ton lebih pada 2012.
Sisanya, akan dipenuhi pada pengadaan di luar panen raya. Di Malang, panen bisa terjadi sepanjang tahun secara sporadis.
Hal itu bisa terjadi karena sistem pengairan di daerah tersebut relatif lebih baik. Karena itulah, penanaman padi bisa sewaktu-waktu. Masa panen bisa diatur oleh petani agar tidak seragam untuk menghindari harga yang jatuh.
Petani di Malang beruntung karena daerah penyangganya Kota Malang. Warga di daerah tersebut daya belinya tinggi. Dengan kondisi seperti itu, maka harga beras di daerah tersebut relative stabil.
“Tapi HPP itu masih berupa pernyatan Pak Menteri (Mentan Suswono–red). Kami belum menerima surat edaran berupa tembusan dari HPP gabah dan beras yang baru. Jadi kami sampai saat ini masih mengacu pada HPP lama.”(sut)
Showing 0 - 0 of 0 comments