Bisnis Indonesia - Bisnis.com


BRI SYARIAH: Hadi Santoso jadi direktur utama

Large_bri_syariah-dg__1_

Berita Terkait

JAKARTA: Hadi Santoso dipastikan menduduki posisi sebagai Direktur Utama BRI Syariah, menggantikan Ventje Raharjo yang mengundurkan diri.

Sumber Bisnis mengungkapkan Hadi sudah mulai menjalankan tugasnya sebagai Dirut BRI Syariah.

"Hadi sudah disetujui oleh manajemen BRI untuk menduduki posisi sebagai Dirut BRI Syariah," ujarnya, pagi ini, 27 Januari 2012.

Direktur BRi Asmawi Syam ketika dikonfirmasi mengatakan penetapan Hadi Santoso masih menunggu persetujuan dari rapat umum pemegang saham (RUPS) dan Bank Indonesia.Hadi sebelumnya menjabat sebagai Pemimpin Wilayah BRI di Jawa Barat.

"Hadi yang dicalonkan oleh manajemen BRI untuk memimpin BRI Syariah. Namun secara legal perlu persetujuan dari Bank Indonesia dan RUPS."

Ventje Rahardjo telah mengundurkan diri dari posisinya sebagai Dirut BRI Syariah pada Desember tahun lalu setelah memimpin entitas bisnis tersebut sejak akhir 2008.

BRI Syariah adalah anak perusahaan BRI yang diakuisisi pada 17 November 2008 setelah mendapatkan izin dari Bank Indonesia melalui surat bernomor : 10/67/KEP.GBI/DpG/2008. Semula, BRI Syariah bernama Bank Jasa Arta yang kemudian dilebur dengan Unit Usaha Syariah BRI. (faa)

Discuss: BRI SYARIAH: Hadi Santoso jadi direktur utama

Showing 1 - 4 of 4 comments

  • F7b1b3192fc5300dc81093c33a82fe85.png?s=37&d=http%3a%2f%2fwww.bisnis.com%2fimages%2fimg-comment-avatar

    firman

    Selasa, 21 Februari 2012 | 21:56 WIB

    kalau tidak tahu mendingan diam atau cari tahu dulu.... baru komentar...

  • 2c3affae801ab1b9b631d42cda485488.png?s=37&d=http%3a%2f%2fwww.bisnis.com%2fimages%2fimg-comment-avatar

    Agus Trimurti

    Minggu, 29 Januari 2012 | 02:12 WIB

    Semoga dalam kepemimpinan bapak Hadi, BRISyariah menaikkan gaji dan bonus 17 bulan gaji (jangan hanya retorika) kalau bisa 24 bulan seperti BRI

  • Addd6f75ebcd2aa7fc767584e8c72843.png?s=37&d=http%3a%2f%2fwww.bisnis.com%2fimages%2fimg-comment-avatar

    edwin

    Sabtu, 28 Januari 2012 | 19:57 WIB

    Kalau tidak tau seperti apa itu konsep ekonomi Islam dan ajaran Islam itu sendiri, lebih baik ydk usah asbun dan banyak komentar. kalu ingin jd sekuler jadilah sekuler itu utk anda sendiri. Tdk usah mengundang polemik.

  • Fdc971e7aaa9dab2a62ff883279b5b09.png?s=37&d=http%3a%2f%2fwww.bisnis.com%2fimages%2fimg-comment-avatar

    Andi

    Jum'at, 27 Januari 2012 | 21:09 WIB

    Jika agama dicampur dengan bisnis dan ekonomi maka akan terjadi benturan prinsip mendasar kehidupan manusia seperti yang terjadi di indonesia ini saat agama dicampur dengan politik untuk melegitimasi tindakan kriminal pengrusakan pembangunan modern karya anak bangsa dan pembunuhan bangsanya sendiri seperti yang terjadi di Timur Tengah.

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi

Most Read


Other area