JAKARTA: PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk akhirnya menjadi penyelamat PT Bakrie & Brothers Tbk dari risiko kehilangan sebagian dari saham mayoritasnya di Bumi Plc.
Dalam keterangan tertulis Bakrie dan Borneo yang dirilis terpisah hari ini, terungkap Borneo membeli 23,8% saham Bumi Plc senilai US$1 miliar.
Borneo membeli saham Bumi Plc milik Bakrie, Long Haul Holdings Ltd, Sunrise Energy Holding Pte, dan Ultimate Synergy PTe Ltd.
Pembelian saham itu diteken manajemen Borneo pada 31 Oktober, dan setelmennya diharapkan rampung Desember, setelah Borneo meraih persetujuan RUPSLB pada 15 Desember.
Bumi Plc adalah perusahaan investasi di Bursa Efek London yang mengendalikan dua raksasa batu bara nasional, yaitu PT Bumi Resources Tbk dan PT Berau Energy Tbk.
Tinggal 23,8%
Dengan pembelian Borneo itu, Bakrie kini hanya memiliki 23,8%% saham Bumi Plc. Pembelian tersebut sekaligus menyelamatkan Bakrie dari risiko gagal bayar utangnya senilai US$1,35 miliar.
Bakrie sendiri membantah risiko gagal bayar tersebut. Dalam keterbukaan informasinya pekan lalu, Bakrie hanya mengatakan itu sekadar upaya restrukturisasi utang yang sedang berlangsung.
Investor merespons negatif aksi korporasi itu dengan melepas saham Borneo. Hingga penutupan sesi perdana siang ini, saham Borneo sudah terpelanting -4,85%.
Padahal, pada waktu bersamaan Borneo juga merilis laporan keuangannya yang begitu meyakinkan. Laba bersihnya membubung 406,94% ke Rp1,32 triliun dengan pendapatan +115,13% ke Rp4,44 triliun. (Bsi)
Showing 0 - 0 of 0 comments