Bisnis Indonesia - Bisnis.com


Bodymetrics pamerkan teknologi 3D preview body-mapping

Large_foto-bodymetrics

Berita Terkait

LAS VEGAS: Bodymetrics, pengembang alat pemindai tubuh, hari ini memamerkan teknologi 3D preview body-mapping pada ajang Consumer Electronic s Show (CES) di Las Vegas.

 

Teknologi tersebut dapat digunakan pengguna internet yang berencana membeli pakaian melalui online store. Produk ini didukung sensor PrimeSense 3D yang juga digunakan Microsoft Kinect untuk memindai berat badan dan ukuran pinggang pengguna serta bentuk lain yang membuat tubuh terlihat unik.

 

Suran Goonatilake, CEO Bodymetrics, mengungkapkan pelanggan online store dapat mencoba pakaian secara virtual sebelum membeli produk pakaian. Teknologi ini, serunya, akan mereduksi ketidakpastian yang kerap hadir pada bisnis jual-beli online.

 

“Anda dapat memastikan secara virtual apakah pakaian yang akan dibeli terlalu sempit, terlalu longgar, atau justru sudah pas,”jelasnya.

 

Alat yang didesain Bodymetrics berbentuk seperti booth foto yang berfungsi memancarkan sinar inframerah yang rendah ke seluruh tubuh pelanggan.

 

Proses scanning memakan waktu sekitar 7 detik untuk menangkap sekitar 100 statistik ukuran tubuh mulai dari bokong, pinggul, pinggang, lingkar dalam paha, bahkan lingkar pergelangan kaki.

 

Sejumlah data yang telah diperoleh akan dianalisa oleh sistem bernama Fit Stylist. Sistem ini membantu pemilik online store merekomendasikan jenis dan ukuran pakaian kepada pelanggan. Teknologi ini diyakini akan mengubah model bisnis peritel dunia maya.

 

“Salah satu hambatan berbelanja di dunia internet adalah kesulitan mengepas bajunya. Teknologi ini akan sangat membantu,”ucap Goonatilake. (Surya Mahendra Saputra/ea)

 

 

Discuss: Bodymetrics pamerkan teknologi 3D preview body-mapping

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Other area