HONG KONG: Nilai ekspor perhiasan fine jewelery Hong Kong pada 2011 mencapai US$6 miliar (HK$47 miliar), naik sekitar 35% dibandingkan dengan realisasi 2010. Hong Kong menjadi pusat perdagangan perhiasan terbesar di kawasan Asia.
Sebagai pusat perdagangan perhiasan terbesar di Asia, Hong Kong Trade Development Council (HKTDC) menyelenggarakan pameran perhiasan terbesar dua kali setahun yaitu pada Februari dan September.
Pameran Hong Kong Trade Development Council (HKTDC) Hong Kong International Jewellery Show ke-29 ini diikuti sedikitnya 3.100 produsen perhiasan dari 48 negara yang berlangsung di kawasan Wan Chai, Hong Kong, pada 16-20 Februari.
Jumlah peserta pemeran dagang B to B yang ke-29 itu naik sekitar 8% dibandingkan dengan jumlah peserta tahun lalu yang mencapai sekitar 2.870 peserta dengan jumlah pengunjung sedikitnya 36.969 orang.
"Pelaksanaan HKTDC Hong Kong International Jewellery Show ini merupakan pemeran internasional terbesar kedua di dunia," kata Parker Robinson, Head of Corporate Communication HKTDC, pada pekan lalu disela-sela pameran yang ditutup Minggu.
Dia mengatakan terdapat beberapa negara yang pertama kali mengikuti pameran tersebut seperti Argentina, Denmark, dan Myanmar.
Keberhasilan HKTDC menyelenggarakan pameran yang diklaim telah diikuti ribuan peserta dan puluhan ribu pembeli, katanya, antara lain karena mutu penyelenggara, dan mutu peserta pemeran.
Parker mengatakan HKTDC Hong Kong International Jewellery Show merupakan jembatan yang paling efektif untuk para pembeli perhiasan dari berbagai dunia. Adanya pameran tersebut, katanya, memudahkan para pembeli dalam mencari material serta melihat tren perhiasan terbaru di dunia.
“Pameran ini sudah berlangsung selama 13 tahun. Setiap tahun, ada peningkatan di kalangan exhibitors dan buyers yang datang. Bahkan menurut beberapa penelitian tentang pameran di dunia, HKTDC Hong Kong International Jewellery menjadi satu-satunya pameran terdepan di kawasan Asia,” ujar Parker.
Berdasarkan data HKTDC, jumlah peserta pameran perhiasan pada tahun lalu mencapai sekitar 2.870 dan tahun ini mencapai sekitar 3.100 produsen perhiasan dari hulu sampai hilir, atau naik sekitar 8% dibandingkan dengan jumlah peserta tahun lalu.
Pameran perhiasan terbesar di Asia itu terdapat 17 grup paviliun antara lain Jerman, India, China, Spanyol, Jepang, Malaysia, Filipina, Singapura, Sri Langka, Thailand, Turki, dan AS.
Melalui pameran ini, kata Senior Product Promotion Manager HKTDC Daniel Lam, ekspor dan impor perhiasan di Hong Kong terus tumbuh. Pada 2011, ekspor berbagai bahan jadi, mentah, dan setengah jadi Hong Kong mencapai sekitar US$6 miliar atau sekitar HK$47 miliar, naik sekitar 35 persen dari 2010.
Sementara untuk impor perhiasan, bahan baku perhiasan, dan bahan setengah jadi perhiasan Hong Kong pada 2011 mencapai US$10 miliar atau sekitar HK$80 miliar, dengan pertumbuhan sekitar 67% dari 2010.
"Kami yakin di tahun ini, jumlah transaksi yang terjadi di pameran bertambah. Namun, kami belum berani untuk memberikan estimasi kenaikan," katanya.
Hong Kong merupakan pengeskpor perhiasan kelima besar dunia yang pada 2011 mengekspor sekitar US$6 miliar (HK$47 miliar), dengan pertumbuhan ekspor lebih dari 35 persen dibandingkan pada 2010.
"Pasar ini akan terus tumbuh, menyusul banyaknya pertumbuhan kelas menengah di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia," kata Daniel Lam, Senior Product Promotion Manager HTDC, penyelenggara pameran tersebut, di kantornya, Wan Chai, Hong Kong, pekan lalu.
Beberapa exhibitor perhiasan dari Hong Kong yang sudah beberapa kali mengikuti pameran HKTDC Hong Kong International Jewellery Show akan datang ke Jakarta. Beberapa dari mereka telah menyiapkan koleksi terbaik untuk dibawa dalam pameran Lifestyle Expo, yang berlangsung pertama kali di Jakarta Convention Center, pada 15-17 Maret 2012. (faa)

Showing 0 - 0 of 0 comments