Bisnis Indonesia - Bisnis.com


Bisnis Indonesia Hari Ini: Krisis global tekan ekonomi 2012

Large_des-15-bisnis

Berita Terkait

Ingin membaca isi berita harian Bisnis Indonesia edisi hari ini?  Anda bisa kunjungi http://epaper.bisnis.com atau silahkan klik epaper Bisnis Indonesia. Berikut ini bisa Anda simak ringkasan berita Bisnis edisi Kamis, 15 Desember 2011:

 

Krisis global tekan ekonomi 2012; Bank Dunia: Indonesia pantas masuk investment grade
Bank Dunia mengoreksi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2012 menjadi 6,2% atau lebih rendah dari perkiraan 3 bulan sebelumnya, yakni 6,3% PDB karena ekonomi global yang terus memburuk.

Pintu masuk impor hortikultura dibatasi
Pemerintah menetapkan mulai 20 Maret 2012 impor hortikultura Indonesia hanya melalui empat pintu guna membatasi gempuran impor produk itu.

Jual beli via Internet segera diatur
Kementerian Perdagangan dan Kementerian Komunikasi dan Informasi sedang menyiapkan draf yang mengatur praktik jual dan beli melalui Internet, terkait dengan maraknya penipuan di toko dunia maya.


Penaikan harga BBM bisa jadi opsi; Belum ada langkah konkret untuk batasi konsumsi premium
Pemerintah didesak segera melakukan upaya konkret untuk mengendalikan volume konsumsi BBM bersubsidi, termasuk opsi menaikkan harga.

 
3 Skenario ekspansi bank syariah disiapkan; BI minta pembiayaan sektor produktif ditingkatkan
Bank Indonesia menetapkan tiga skenario pertumbuhan bank syariah pada tahun depan dengan target terendah meningkat 55% dan tertinggi mencapai 79%. Target tersebut lebih tinggi dari kinerja industri tahun ini.


Pasok kondominium meningkat; Permintaan segmen menengah naik 30%
Besarnya pasokan kondominium di Jakarta, berupa 18.000 unit produk baru dan 12.000 unit yang dalam tahap penawaran, diprediksi membuat tingkat harga properti tersebut pada tahun depan menurun.

 
Renegosiasi LNG Tangguh berlanjut; Permintaan dunia akan naik 7,5%
Pemerintah tetap akan melanjutkan proses renegosiasi kontrak jual beli gas alam cair dari Lapangan Tangguh, Papua, untuk mendapatkan harga yang lebih baik, sesuai dengan kondisi harga saat ini dan kebutuhan dalam negeri.

 
Nota keberatan Nazaruddin ditolak; KPK dianggap merekayasa kasus
Jaksa penuntut umum menolak seluruh nota keberatan yang disampaikan oleh terdakwa kasus suap pembangunan Wisma Atlet Sea Games Muhammad Nazaruddin bersama kuasa hukumnya.
 

 

ARTIKEL LAINNYA:

* Berau bidik revenue US$1,84 miliar : Borneo tunda RUPSLB karena syarat belum terpenuhi
* Permintaan obligasi negara bakal turun : Investor SUN dinilai akan beralih ke obligasi korporasi
* Sentimen Eropa tekan mata uang Asia : Rupiah bergerak melawan arus
* Revisi aturan perbaiki iklim industry ; UU Pengadaan Lahan terbit pekan ini
* Impor pangan hasilkan hama baru ; DPR prihatin dengan banjirnya bahan pangan impor
* Asosiasi komputer akhirnya pecah; Anggota yang tak puas dengan Apkomindo bentuk AiTI
* Kapasitas Priok terlampaui 20% ; Kadin pertanyakan lagi proyek Kalibaru
* Maskapai kenakan tarif mahal jelang Natal; Batavia Air tambah 150 kali penerbangan
* Pemerintah genjot dua megaproyek ; Kadin keluhkan tingginya biaya logistic
* Sinkronisasi komponen rampung ; Fasilitas bea masuk untuk sektor otomotif hanya terserap 30%



 

*Untuk membaca berita selengkapnya, silahkan kunjungi http://epaper.bisnis.com atau klik epaper Bisnis Indonesia jika Anda ingin berlangganan koran Bisnis Indonesia edisi digital.

Discuss: Bisnis Indonesia Hari Ini: Krisis global tekan ekonomi 2012

Showing 1 - 2 of 2 comments

  • Ae21488e540195fc3c6d7ad71267d381.png?s=37&d=http%3a%2f%2fwww.bisnis.com%2fimages%2fimg-comment-avatar

    Idiot

    Jum'at, 03 Februari 2012 | 17:46 WIB

    Cari untung jangka pendek malah dapat masalah jangka panjang. Idiot.

  • 74fac74639dc903a8115732ddcbd7460.png?s=37&d=http%3a%2f%2fwww.bisnis.com%2fimages%2fimg-comment-avatar

    maya sari

    Jum'at, 23 Desember 2011 | 17:42 WIB

    kasus penipuan via bbm

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Other area