JAKARTA: PT Batik Danar Hadi yang meraih penghargaan Superbrands 2012 akan melebarkan sayap bisnisnya dengan menambah 13 cabang dan counter di dalam negeri dan luar negeri, dua di antaranya di mancanegra dengan target penjualan tumbuh 20% dibandingkan dengan realisasi tahun lalu.
Direktur Utama PT Batik Danar Hadi Diana Haryadi mengatakan pada tahun ini pihaknya akan melakukan ekspansi dengan membuka cabang dan counter Jakarta, Bali dan Bandung.
“Kita juga akan merintis untuk membuka cabang di pasar internasional terutama di kawasan timur tengah,” kata Diana kepada Bisnis baru-baru ini.
Penjajakan di luar negeri, katanya, sudah dilakukan di India, Dubai, dan Afrika. “Image batik kita secara internasional cukup bagus,” kata Diana.
Batik Danar Hadi yang beroperasi sejak 1967 itu bergerak sebagai produsen batik dan ritel batik. Pada 2011, Batik Danar Hadi yang berasal dari Solo itu sudah mengoperasikan 13 cabang dan 27 counter yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia.
Sementara itu, Richard Panjaitan General Manager Marketing PT Batik Danar Hadi mengatakan pihaknya juga sudah mengekspor batik ke AS dan Kanada. Pada tahun lalu, katanya, kontribusi ekspor mencapai 30% terhadap perusahaan dan tahun ini ditargtekan ekspornya tumbuh 30% dibandingkan dengan tahun lalu.
Selain ekspor ke kedua negara tersebut, katanya, pihaknya juga akan melebarkan sayapnya dengan membuka dua cabang di kawasan Timur Tengah. “Saya optimistis penjualan batik Danar Hadi pada tahun ini tumbuh 20% dibandingkan dengan reaisasi tahun lalu,” kata Richard kepada Bisnis belum lama ini.
Keoptimisan untuk meraih target pertumbuhan tersebut, katanya, karena ada perluasan pasar dengan penambahan cabang dan counter serta penambahan lini baru. Pada tahun ini, perusahaan tersebut akan meluncurkan lini untuk kids dan sport.
Produk yang dipasarkan oleh perusahaan tersebut dapat berupa kain panjang, sarung, garmen, dan piranti griya. Sesuai proses produksinya, batik yang dipasarkannya dapat berupa batik batik tulis, batik cap, batik printing, dan batik kombinasi.
Produksinya mencapai 11.000 helai kemeja, dan 7.000 helai rok dengan berbagai jenis model dan harga per bulan Sedangkan produksi adibusana dengan model dan pengerjaan yang lebih rumit mencapai 250 helai per bulan. (api)

Showing 0 - 0 of 0 comments