Bisnis Indonesia - Bisnis.com


BIJIH BESI: Laju kenaikan harga tertahan

Large_dsc_3893

Berita Terkait

 

MELBOURNE: Harga bijih besi diperkirakan tak bisa kembali ke posisi tertinggi tahun lalu karena penggunaan baja tumbuh pada laju paling lambat dalam tiga tahun terakhir. 
 
Melambatnya penggunaan baja itu terjadi di tengah kekhawatiran ekonomi global goyah yang menghambat permintaan Eropa dari China, penghasil baja terbesar di dunia.
 
"Produksi baja tahun ini akan menjadi sedikit lebih lemah dari yang kita lihat tahun lalu," kata Natalie Robertson, analis Australia & New Zealand Banking Group Ltd. menurutnya, harga bijih besi tidak akan setinggi tahun lalu.
 
Menurut World Steel Association penggunaan baja global akan naik 4,5% tahun ini, kurang dari perkiraan 5,4% pada Oktober. Adapun survei Bloomberg memberikan estimasi yang lebih rendah yakni 1,2%.
 
Kenaikan itu, yang terendah dalam tiga tahun, kemungkinan diredam oleh melambatnya ekonomi China dan Eropa sejalan stagnannya pesanan produk baja untuk rumah, mobil dan mesin. 
 
"Dasar dalam kasus ini adalah pertumbuhan baja China akan melambat pada kisaran 8%--10% seperti yang telah berjalan pada beberapa tahun terakhir. Kami melihat 3% pertumbuhan [penggunaan baja]," kata Daniel Hynes, Direktur Riset Komoditas Citigroup Inc di Sydney. 
 
Produksi Baja China
 
Menurut asosiasi baja yang berbasis di Brussels, produksi baja di China, yang menyumbang sekitar 46% dari total dunia pada 2011, jatuh pada 6 bulan hingga November sebelum naik lagi pada Desember.
 
Sementara itu, juru bicara Kementerian Industri dan Teknologi Informasi Zhu Hongren mengatakan industri baja China akan menghadapi ujian 'suram' pada 2012 di tengah permintaan yang berkurang dan meningkatnya harga bahan bakar dan bijih besi.
 
Negara itu meningkatkan produksi baja tahunan pada laju paling lambat dalam 3 tahun selama 2011 karena ekonomi mendingin pada kuartal terakhir, sehingga memotong permintaan.
 
Biro Statistik Nasional menyebutkan produksi baja mentah China naik 8,9% tahun lalu menuju rekor 683,3 juta ton. Menurut Asosiasi Baja dan Besi China produksi tahunan naik 10% pada 2010 dan 13% pada 2009, setelah naik 2,3% pada 2008. 
 
Data dari Indeks Baja menunjukkan harga bijih besi dengan kandungan 62% yang dikirim ke pelabuhan Tianjin, China, naik 1,1% menjadi US$144,80 per ton kemarin. 
 
Harga naik 2,8% bulan lalu setelah naik 5,8% pada Desember dan naik ke 191,90 per ton pada Februari tahun lalu. (sut)

Discuss: BIJIH BESI: Laju kenaikan harga tertahan

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Other area