Bisnis Indonesia - Bisnis.com


BI RATE: Penurunan akibat situasi global

Large_img_9412

Berita Terkait

JAKARTA: Penurunan suku bunga acuan pada posisi terendah sepanjang sejarah ekonomi Indonesia ke level 5,75% terjadi karena faktor eksternal perlambatan ekonomi global semata.

Sekretaris Komite Ekonomi Nasional Aviliani mengatakan penurunan BI Rate sebesar 25 basis poin bukan terjadi karena kinerja ekonomi domestik yang optimal, melainkan hanya karena pengaruh kondisi global.

Sebagian besar aliran investasi di Eropa dan Amerika serikat, menurut dia, sedang beralih ke negara-negara berkembang.

“Indonesia hanya mengambil keuntungan dari faktor global saja, uang banyak yang masuk kemari, tapi bukan karena basis ekonomi kita,” ujar Aviliani di Jakarta, hari ini (09/02).

Dia menjelaskan penurunan suku bunga akan menyebabkan investasi beralih ke pasar modal. Menurut dia, investor asing akan lebih memilih menanamkan modalnya di pasar saham, obligasi, dan reksadana, karena biaya simpanan akan tetap mahal.

“Permasalahannya justru bank akan sulit mendapatkan dana. Investor akan lari ke pasar modal. Kemarin saja dengan BI Rate 6%, pertumbuhan dana 17%, pertumbuhan kredit di atas 20%,” ujarnya.

Berpotensi meningkat
Ke depan, lanjut Aviliani, BI rate berpotensi kembali meningkat jika pemerintah memberlakukan kebijakan pengendalian subsidi bahan bakar minyak.

Kebijakan energi akan menyebabkan peningkatan inflasi hingga 1% yang dapat memengaruhi tingkat suku bunga.

Dia juga memproyeksikan sejumlah indikator ekonomi akan terus bergerak volatil hingga tiga tahun mendatang.

Kendati demikian, Aviliani mengimbau para investor untuk tetap duduk manis merespon gejolak ekonomi tersebut.

“Rupiah dan indeks akan terus bergerak. Intinya tinggal bagaimana investor agar jangan panik, karena kecenderungannya akan melakukan aksi dan itu kurang baik,” lanjutnya.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Bidang Pengawasan dan Pengelolaan Moneter Halim Alamsyah berharap penurunan suku bunga akan berdampak pada menurunnya biaya dana di perbankan.

Dia juga mengimbau Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk melakukan penyesuaian dengan kebijakan BI rate saat ini.

“Saya kira bukan permintaan. Kita memberikan sinyal kepada seluruh pemain untuk merespon terhadap suku bunga,” tutur Halim.

Hari ini, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia telah memutuskan untuk menurunkan BI Rate sebesar 25 basis poin, dari 6% menjadi 5,75%.

Berdasarkan data BI, kebijakan diambil sebagai langkah lanjutan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. BI akan tetap mengutamakan pencapaian sasaran inflasi dan stabilitas nilai tukar rupiah.(01/Bsi)

Discuss: BI RATE: Penurunan akibat situasi global

Showing 1 - 1 of 1 comments

  • Fdc971e7aaa9dab2a62ff883279b5b09.png?s=37&d=http%3a%2f%2fwww.bisnis.com%2fimages%2fimg-comment-avatar

    Default

    Kamis, 09 Februari 2012 | 20:43 WIB

    Instrumen jangka panjang tidak mungkin dikontrol BI dengan variable suku bunga jangka pendek. Jika BI memaksa instrumen jangka panjang menjadi instrumen jangka pendek untuk mencari untung sesaat BI akan menanggung tingkat resiko jangka panjang dalam jangka pendek disaat kondisi mikro dibawah kemampuan kapasitas minimal demi menghindari kegagalan produksi saat permintaan masih tinggi seperti yang terjadi di sektor energi. Indonesia akan Collapse saat stimulus ekonomi menuai default !!

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi

Most Read


Other area