Bisnis Indonesia - Bisnis.com


Bencana makin banyak, penjualan obligasi bencana makin naik

Large_foto-bencana

Berita Terkait

 

MUNICH: Swiss Re, perusahaan reasuransi terbesar kedua di dunia, memperkirakan penjualan obligasi bencana akan meningkat seiring kenaikan cadangan klaim perusahaan asuransi pada tahun ini.

 

Perusahaan asuransi meningkatkan alokasi pencadangan klaim sebagai antisipasi lonjakan klaim bencana alam.

 

Kepala Transformasi Risiko Non Jiwa Swiss Re Martin Bisping menyebutkan pihaknya merasakan gejala positif atas peningkatan emisi obligasi bencana alam (catastrophe bond).

 

Peningkatan emisi obligasi bencana akan dilakukan oleh perusahaan asuransi non Amerika Serikat, seperti Jepang dan masuknya perusahaan asuransi dan dana pensiun yang akan meramaikan pasar modal,” ujarnya 7 Februari.

 

Tahun lalu, perusahaan asuransi dan reasuransi termasuk Swiss Re, Munich Re, dan Allianz SE menjual obligasi bencana senilai US$4,4 miliar.

 

Hasil emisi obligasi bencana tersebut membantu perseroan menanggung klaim asuransi akibat bencana alam, seperti angin topan, badai salju di Eropa, dan gempa bumi di Jepang. Bunga obligasi yang diterima investor mencapai 8,85%.

 

“Pasar obligasi bencana terbukti menguat sepanjang tahun lalu sebagai dampak tingginya kerugian akibat bencana alam,” kata Bisping.

 

Namun, ada juga obligasi bencana yang justru merugikan investor pada tahun lalu, yaitu obligasi bencana yang diterbitkan Muteki Ltd senilai US$300 juta. (Bloomberg/edw)

 

Discuss: Bencana makin banyak, penjualan obligasi bencana makin naik

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Other area