BALIKPAPAN: Sejumlah bank syariah di Balikpapan memacu lini bisnis talangan haji yang dianggap cukup menjanjikan bagi perkembangan bisnis, kendati kuota jamaah haji di kota ini jumlahnya terbatas.
Nurfi Majdi, Kepala Cabang BNI Syariah Balikpapan, mengungkapkan pihaknya menargetkan pertumbuhan penyaluran dana talangan bisa mencapai Rp2 miliar, naik 100% dibandingkan dengan realisasi tahun lalu.
“Kami sudah siapkan dana sebesar Rp2 miliar untuk melayani lini bisnis dana talangan haji,” ujarnya, hari ini 22 Februari 2012.
Tercatat dana talangan haji yang berhasil disalurkan oleh BNI Syariah Cabang Balikpapan sepanjang Balikpapan mencapai Rp1 miliar pada 2011. Dari jumlah itu, ada sekitar 30 jamaah haji yang berhasil berangkat menggunakan dana talangan tersebut.
Nurfi menuturkan pihaknya terkendala terbatasnya kuota jamaah haji asal Balikpapan yang jumlahnya kurang dari 500 orang. Kendati demikian, dirinya optimistis dapat menjaring nasabah potensial yang masih cukup besar selain dengan membuka layanan talangan bagi jamaah haji khusus.
Dia berpendapat dengan jalur khusus yang disediakan bagi jamaah haji, nasabah bisa mendapat prioritas untuk berangkat terlebih dahulu. Dengan masa tunggu melalui embarkasi Balikpapan yang hanya sekitar 2 tahun, Nurfi mengatakan banyak nasabah yang memilih untuk menggunakan jalur haji khusus.
Nurfi menuturkan lini bisnis talangan haji akan diproyeksikan mendampingi bisnis kredit kepemilikan rumah (KPR) yang masih menguasai 60%-70% bisnis perseroan.
Sementara itu, Kepala Cabang BRI Syariah Cabang Balikpapan Noor Rachmad menuturkan pihaknya telah mengalokasikan dana sekitar Rp3 miliar guna membiayai dana talangan haji. “Angka tersebut memang tidak bertambah dari tahun lalu karena kami menyesuaikan dengan kuota jamaah dari BPIH,” tukasnya.
Noor mengatakan realisasi penyaluran dana talangan haji pada 2011 mencapai Rp3,5 miliar yang melampaui target yang hanya sebesar Rp3 miliar. Dia mengungkapkan kenaikan tersebut juga ditopang oleh penyaluran dana talangan bagi jamaah haji khusus yang memiliki batas minimum talangan yang lebih tinggi.
Realisasi penyaluran yang melebihi target tersebut, tambah Noor, dianggap sebagai bonus sehingga pihaknya belum berencana untuk meningkatkan nominal dana talangan haji. Selain karena terbatasnya kuota, persaingan dengan para kompetitor turut menjadi alasan pihaknya berpikir realistis.
Data dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menyebutkan ada 5.874 calon jamaah haji yang setiap tahunnya berangkat dari embarkasi Balikpapan. Jumlah ini berasal dari tiga provinsi yakni Kaltim, Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Sulawesi Utara (Sulut). Rinciannya, untuk Kaltim 3.063 jamaah, Sulteng 2.011 jamaah dan Sulut 800 jamaah. (faa)
Showing 0 - 0 of 0 comments