LIWA,Lampung Barat: Pariwisata Lampung Barat segera bangkit dengan uji coba penerbangan Jakarta-Krui dengan Susi Air via Bandara Serai pekan depan.
Bupati Liwa, Muchlis Basri mengatakan bulan oktober diharapkan bandara Serai sudah bisa beroperasi di Krui sehingga peselancar dunia bisa datang surfing ke pantai Tanjung Setia, Krui.
"Kami yakin pariwisata akan menjadi motor penggerak ekonomi karena alam, warisan budaya, masyarakat dan dan aksesibilitas dan infrastruktur kini menunjang," kata Munchlis.
Menurut dia, dengan landasan sepanjang 1 km, bandara Serai untuk kepentingan mitigasi bencana itu bisa dimanfaatkan untuk membawa langsung wisatawan mancanegara dalam waktu satu jam 25 menit dari ibukota negara," katanya di dampingi Wakil Bupati Dimyati Amin.
Berbicara di sela-sela seminar daerah Dua dasawarsa Kabupaten Lampung Barat di Seminung Lumbok Resort di tepi Danau Ranau, Muchlis mengatakan pihaknya akan mendorong investor masuk ke daerah penghasil kopi luwak yang sudah mendunia itu.
"Kita harapkan ujicoba penerbangan ke Bandara Serai, Krui, 20 September mendatang akan berjalan lancar sehingga ada penerbangan reguler Jakarta-Krui," ungkapnya.
Kekayaan alam berupa taman nasional bukit barisan Selatan, Danau Ranau dan spot-spot untuk wisata bahari seperti surfing, mancing diyakini akan mendorong masuknya investor ke Lampung Barat.
"Pemkab Liwa sudah mempelopori pembangunan resort Seminung Lumbok, masyarakat juga mulai membangun hotel dan menjadikan rumah mereka sebagai homestay sehingga meski keterlibatan investor akan mempercepat pengembangan pariwisata Lampung Barat," tandasnya.
Pihaknya undang investor masuk untuk membangun infrastruktur termasuk gedung konvensi, dermaga dan jasa wisata terkait lainnya dengan berbagai kemudahan investasi, janjinya.
Sementara itu Dirjen Pemasaran Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata, Sapta Nirwandar mengatakan dengan potensi surfing di Pantai Tanjung Setia, pihaknya optimistis Krui juga akan dikunjungi wisman seperti halnya Raja Empat, Papua yang dikenal dengan spot diving.
"Untuk mencapai Danau Ranau dengan enam jam perjalanan baik dari Bandar Lampung maupun dari Palembang kalau dibuat persinggahan dan atraksi menarik per tiga jam tetap dapat menjaring wisman," kata Sapta.
Dia mengharapkan masyarakat Lampung Barat paham dengan dampak berganda dari kegiatan wisata, memberikan kenyamanan, keamanan dan ketertiban maka wisatawan akan mengalir datang.
"Jangan lupa siapkan wisata kuliner seperti gulai taboh dan harus percaya diri seperti orang Jepang memperkenalkan shashimi pada masyarakat dunia," ujarnya. (sut)
Showing 1 - 2 of 2 comments