MALANG: Walikota Malang Peni Suparto menilai penerbangan rute Malang-Bandung untuk sipil dan Malang-Balikapapan untuk kargo layak dibuka pasarnya cukup potensial.
Menurut dia, jika tidak ada maskapai yang berminat maka dirinya bisa menangani sendiri dengan menyewa pesawat terbang untuk penerbangan sipil dan kargo dengan rute Malang-Jakarta-Malang, Malang-Bandung-Malang, dan Malang-Balikpapan-Malang.
“Nominal sewa pesawat ternyata tidak mahal, hanya Rp1 miliar per bulan untuk pesawat jenis Boeing seri 737-300. Dengan tingkat okupansi 90% dengan rate tiket medium, maka operator sudah untung,” katanya di Malang hari ini.
Niatannya membuat perusahaan maskapai penerbangan itu direalisasikan jika dirinya telah pensiun pada 2013. Saat aktif sebagai Walikota, maka tentu tidak dibolehkan melakukan aktifitas bisnis dengan mendirikan perusahaan.
Menurut dia, rute Malang-Bandung-Malang tampaknya menguntungkan dengan mengaca pembukaan rute Surabaya-Bandung. Peminat pesawat rute tersebut cukup bagus.
Jika rute Malang-Bandung-Malang, dia memperkirakan warga Malang dan sekitarnya juga banyak yang berminat untuk berbagai keperluan, seperti pendidikan, bisnis, maupun wisata. Begitu pula sebaliknya.
Yang juga layak dibuka, penebangan rute Malang-Balikpapan-Malang. Penerbangan rute tersebut khusus untuk penerbangan kargo.
Menurut dia, pengiriman barang ke Kalimantan frekwensinya sangat tinggi dan barang dikirim juga banyak. Barang-barang yang dikirim tertutama rokok.
“Rokok yang diproduksi pabrikan kecil pangsa pasarnya banyak di luar Jawa, seperti Kalimantan. Mereka membutuhkan angkutan udara karena cepat dan efisien.”
Permintaan itu justru datang dari kalangan pabrikan rokok. Menurut mereka, lebih murah mengangkut rokok dari Malang daripada harus lewat Surabaya.
Namun, dia menegaskan, untuk sampai pada kesimpulan perlu dibentuk maskapai baru dan mendatangkan pesawat dengan menyewa maka perlu terlebih dulu disigi potensi secara cermat. Data load factor penumpang maupun barang perlu cermat agar dari sisi bisnis bisa dihitung kelayakannya.
Dia yakinkan pula slot time di Bandara Abd. Saleh masih dimungkinkan untuk ditambah dengan rute baru tersebut. Apalagi jika di sana sudah terpasang instruments landing system.
Dengan begitu, maka pesawat terbang bisa mendarat dan terbang pada jam berapa pun. Tidak dibatasi sampai sampai pukul 17.00 seperti saat ini.
“Secara kasar saya sudah menghitung, membuka rute baru tersebut untung. Seat yang tersedia 125 kursi. Jika dalam satu penerbangan 110 kursi yang terisi dengan tarif Rp600.000, maka penghasilan dari penjualan tiket sebesar Rp66 juta, sedangkan kalau pulang-pergi maka terkumpul RpRp132 juta.”
Jika kondisi pasar sama selama satu bulan, maka operator sudah untung. Biaya pengoperasian pesawat seperti pembelian avtur, gaji pilot, pramugari, dan lainnya tidak sampai mencapai 50% dari sewa pesawat.(sut)
Showing 0 - 0 of 0 comments