JAKARTA: Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution akan mengeluarkan pedoman suku bunga dasar kredit pada Maret tahun ini, setelah pembahasan rencana bisnis bank rampung.
Menurutnya hal tersebut harus dilakukan karena penurunan suku bunga tidak dapat semata mengandalkan penurunan suku bunga acuan.
"Dalam bulan Maret itu kami akan setujui. Artinya waktu kami menyetujuinya, sudah termasuk benchmark segala macam," tegasnya, hari ini, Jumat, 10 Pebruari 2012.
Darmin melanjutkan, suku bunga acuan hanyalah salah satu faktor yang mempengaruhi suku bunga kredit dan tidak dapat dijadikan tolak ukur.
Oleh sebab itu bank sentral mengambil langkah untuk melakukan pembahasan penurunan suku bunga kredit dalam rencana bisnis bank (RBB), juga melakukan pembicaraan dengan Kementerian BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dan Kementerian Keuangan, termasuk mempengaruhi harga surat berharga negara (SBN).
"Itu semua adalah bagian dari kami mendorong agar lending rate terpengaruh. Jadi jangan terlalu terfokus menganggap seolah-olah dengan BI Rate turun, pasti proporsional akan turun lending rate," tegasnya.
Darmin juga mengakui pedoman suku bunga dasar kredit inimerupakan salah satu kebijakan baru yang dibutuhkan. Namun untuk mewujudkan terjadinya penurunan bunga masih dibutuhkan hal-hal lain diluar yang sudah dilakukan.
"Itu belum seluruhnya. Saya belum mau menjelaskan secara terbuka karena banyak hal masih dalam persiapan. Kalau masihd alam persiapan dijelaskan, nanti malah mentah, lalu tidak terwujud karena banyak reaksi lain," ungkapnya. (faa)

Showing 0 - 0 of 0 comments