Figur perempuan di atas kertas hitam putih itu masih terlihat, walau dihiasi garis-garis geometris. Ada keunikan tersendiri. Unsur fotografi dan seni grafis begitu kuat melekat dalam gambar dalam frame.
Itulah karya Davide Balliano, seniman asal Italia yang dipamerkan di Hotel Kempinski Jakarta pada 26 Januari-29 Februari 2012.
Apa yang dilakukan Balliano untuk menghasilkan satu karya seni? Evolusi yang konstan, pendekatan kombinasi, kerajinan dan materinya.
Dia belajar fotografi yang sangat diyakininya dan masih dilakukannya saat ini, seperti yang dikatakan fotografer terkemuka Robert Adam, Beauty is confirmation of meaning.
Dia mencari arti untuk menjelaskannya terutama pada dirinya sendiri bahwa apa yang dicarinya benar. Sebelum fotografi, dia belajar desain grafis dan semiotik yang merupakan salah satu favoritnya.
"Hal itu memberikan pengertian tentang pencitraan, sebelum mengkreasikannya," kata Balliano. "Ini sangat menyenangkan karena dilakukan dengan cara yang sangat sederhana dan jelas. Alam mengikuti hukum geometri. Teratur dalam sesuatu yang sangat emosional dan besar. "
Dalam pameran tersebut, Balliano hanya membawa satu karya seni. Selebihnya dibuat di Jakarta. Kempinski menyiapkan studio untuk Balliano di Grand Indonesia, East Mall Upper Ground, Jakarta. Di tempat ini juga dipajang sejumlah karya seniman tersebut.
Sensasi
Bagi Balliano, fotografi selalu memberikan sensasi. Proses pembuatannya yang sangat penting baginya. Dia mengolah gambar yang biasanya download dari internet atau fotokopi dari buku-buku. Dia juga merobek halaman buku-buku sejarah seni. Dia juga mengintervensi gambar sejarah seni melalui garis-garis geometris dengan menggunakan tinta hitam.
Dalam berkarya, Balliano selalu bertujuan melakukan pendekatan yang lebih abstrak,dan puitis ketimbang narasi. Gambar lama, seperti arsitektur, pasti membawa perasaan melankolis tertentu seperti segala sesuatu masa lalu.
Balliano melihat hubungan antara gambar latar belakang dan intervensi yang dilakukannya. Dia melihat sebagai dua elemen yang hidup berdampingan dalam waktu yang sama di lokasi yang berbeda, menjadi satu. Seniman ini juga melihar intervensinya mengungkapkan struktur yang tersembunyi di dalam gambar asli.
Dia merasa struktur geometris dalam hampir segala hal, terutama dalam pikiran dan tindakan yang mengikutinya. Apa yang dikerjakannya semacam representasi dari bentuk yang dimiliki dan mengelilinginya. Dalam sosok manusia, setiap bagian tubuh akan dimulai dengan garis yang kemudian berkelanjutan.
Balliano merupakan penerima Kempinski Visual Art Fellowship Spring 2012. Dia lahir di Turin, Italia, pada 1983. Di kota inilah dia mengenyam pendidikan dan berhasil mendapatkan gelar sarjana seni grafis.
Pada 2002 dia pindah ke Milan untuk memperoleh gelar kedua pada bidang fotografi di C.F.P Riccardo Bauer. Pada saat yang sama, dia sudah berprofesi sebagai seniman. Kini dia menetap di New York, AS.
Pada Juni 2004 hingga Juni 2005, Balliano merupakan warga dari Fabrica, yang juga merupakan seniman dari Benetton Group. Melalui penggunaan minimal beberapa media yang berbeda, hasil karya artistiknya memungkinkan dia untuk menggali secara mendalam aspek yang paling tersembunyi dari pikiran manusia dan mengungkapkan struktur yang rapuh serta bersifat kontradiksi.
Karya Balliano pernah dipamerkan di The Artists Space, Location One, PS1 Contemporary Art Center, dan Sean Kelly Gallery di New York, The Watermill Center di Selatan Hampton, Plymouth Art Center di Great Britain, Museum Madre di Naples dan New Zealand, Jepang, dan banyak Negara di Eropa. (herry.suhendra/bisnis.co.id) (tw)

Showing 0 - 0 of 0 comments