Bisnis Indonesia - Bisnis.com


Apa kata mereka soal perpecahan Apkomindo

Large_komputer

Berita Terkait

JAKARTA: Baru-baru ini, telah dideklarasikan Asosiasi Industri Teknologi Informasi (AiTI) yang disebut-sebut menandai perpecahan di Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo). Bagaimana komentar mereka soal perpecahan ini?
 
Gatot S, Dewa Broto, Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo
Pemerintah berharap konflik tersebut dapat segera dicarikan solusinya secara internal. Kemenkominfo tidak ingin mencampuri urusan internal mereka. (lewat BlackBerry Messenger)
 
Suhanda Wijaya, Mantan Ketua Umum DPP Apkomindo
Suasana akan menjadi terkontrol manakala agenda munaslub oleh caretaker DPA (Dewan Pertimbangan Apkomindo) Pusat segera dilakukan.
Kenyataannya sejak pembekuan belum jelas kapan akan dilakukan Munaslub tersebut. Yang DPP lakukan adalah meminta agar agenda munaslub segera dilaksanakan.
Terkait dengan deklarasi Asosiasi Industri Teknologi Informasi (AiTI), deklarasi AiTI lebih kepada kebutuhan akan asosiasi yang lebih mumpuni dan sesuai dengan kebutuhan para pelaku. Mengenai ada sejumlah anggota Apkomindo kecewa dengan terbentuknya AiTI, silakan tanya ke mereka, saya juga tidak tahu mengapa mereka kecewa. (lewat BlackBerry Messenger)
 
Onno W. Purbo
Hehehehe, serius yah urusan satu ini (perpecahan Apkomindo). Sayang sih pecahnya karena urusan UUD (ujung-ujungnya duit). Maklum, duit bisa bikin orang silau.
Terkait siapa yang pantas memimpin Apkomindo, menurut saya ada beberapa teman-teman yang care dengan komunitas di Surabaya, di Yogyakarta, dan termasuk Pak Hoky di Jakarta.
Yang dibutuhkan di Apkomindo adalah pengusaha komputer yang bukan hanya pengusaha komputer yang banyak membuat outlet di banyak kota, tapi juga bisa mewujudkan rakyat Indonesia menjadi lebih melek IT menjadi mengerti bagaimana memanfaatkan IT secara maksimal menjadi mengerti alat mana yang lebih cocok untuk sebuah kebutuhan. Hal itu saya lihat ada pada orang-orang seperti Pak Hoky. (Lewat email)
 
Agustinus Sutandar, mantan pengurus DPP Apkomindo
Pembekuan ini membuat kegiatan di asosiasi praktis terhenti, dan anggota mempertanyakan alasan pembekuan tersebut.(Lewat telepon)
 
Rudi Rusdiah, Sekretaris caretaker
Ini sebenarnya bukan konflik, hanya dinamika organisasi. Terkait dengan deklarasi AiTI, ini hanya deklarasi satu organisasi saja, padahal diprediksi tahun depan akan ada banyak organisasi lainnya yang saling melengkapi. Apkomindo sendiri jalan terus business as usual dan tetap jalan di bawah caretaker. Akhirnya yang survival of the fittest dan yang memberi maksimum benefit pada anggota. Dari namanya saja (AiTI) sudah tidak menaungi usaha perdagangan dan toko komputer.
Pada kenyataannya ada beberapa pihak yang tidak puas dan tidak sabar bikin asosiasi tandingan. (lewat SMS)
 
Hidayat Tjokrodjojo, Ketua Yayasan Apkomindo Indonesia
YAI dan DPA Pusat sama sekali bukan penyebab kekisruhan tersebut. Justru saya masih tetap ingin Apkomindo semakin bermanfaat bagi anggota, mitra, stakeholder, industri, dan masyarakat luas yang dilayaninya. Apkomindo tidak kacau, tapi sedang berproses agar yang diharapkan dari organisasi bisa tercapai. Terkait dengan deklarasi AiTI, saya menyambut baik pembentukan AiTI tersebut. Saya kira ini dinamika dan semangat dari perkembangan positif industri ICT. Perusahaan saya sendiri juga mau jadi anggotanya.(Lewat SMS)
 
Soegiharto Santoso/Hoky, anggota Apkomindo
Saya turut mengucapkan selamat dan sukses kepada asosiasi AiTI, meskipun sangat disayangkan pada acara tersebut ada sikap diskriminasi oleh pihak pencetusnya, sehingga ada pihak-pihak yang diinformasikannya secara mendadak ataupun diundanganya secara mendadak, bahkan ada pihak-pihak yang secara sengaja tidak diinformasikan ataupun tidak diundang sama sekali.
Sehingga semangatnya kurang tulus untuk kebersamaan, belum lagi sebenarnya
saat diselenggarakan acara Munaslub Apkomindo di Surabaya tanggal 28 s/d 30
Oktober 2011 yang lalu semua pihak yang hadir dari seluruh Indonesia telah
sepakat, bahwa apabila kita tidak mampu memperbaiki Apkomindo, maka akan
ada plan B yaitu APKOMNAS (Asosiasi Perusahaan Komputer Nasional).
Saya juga telah turun semangatnya untuk membantu mensukseskan rencana Munas di Solo pada 13-14 Januari 2012 nanti, karena ternyata Pak Suhanda, Pak Handoyo dan Pak Agustinus tidak menepati janjinya untuk mau bersama-sama mensukseskan kesepakatan bersama yaitu mensukseskan Munas Apkomindo dengan plan B nya yaitu Apkomnas.
Saya tidak kecewa dengan para pendiri asosiasi AiTI, sebab suatu saat jika memang ternyata asosiasi ini lebih baik, maka pada saatnya saya akan turut mendaftar menjadi anggota, tapi yang jelas setelah acara Munas Apkomindo dapat dituntaskan, kecuali memang Munas Apkomindo dibatalkan, maka saya yang akan mencetuskan bahwa tanggal 14 /15 Januari 2012 adalah hari Deklarasi APKOMNAS yang bertempat di Jakarta. (Dari milis Apkomindo Umum)
 
Handoyo, Mantan Sekjen Apkomindo
Tetap ada Plan B berupa pembentukan APKOMNAS, tapi saya akan tetap berusaha mempertahankan plan A.
 
Michael Sunggiardi, Mantan Wakil Ketua Umum Apkomindo

Begitu DPP dibekukan, para DPD sudah merencanakan untuk terus mempertahankan Apkomindo, atau membuat asosiasi baru. Tapi karena terus berlarut-larut, pengusaha TIK di Jakarta yang notabene -nya belum memiliki wadah untuk berkumpul, membentuk AiTI yang diharapkan akan menjadi pengganti Apkomindo, jika pembicaraan antara DPA, DPP (yang dibekukan), dan DPD menemui jalan buntu. (lewat BlackBerry Messenger)(arif.pitoyo@bisnis.co.id)

 
Baca juga:

Discuss: Apa kata mereka soal perpecahan Apkomindo

Showing 1 - 1 of 1 comments

  • B4584994432d4ff4253243e55c411d29.png?s=37&d=http%3a%2f%2fwww.bisnis.com%2fimages%2fimg-comment-avatar

    Soegiharto Santoso/Hoky

    Rabu, 28 Desember 2011 | 13:49 WIB

    Kepada Yth. Redaksi Bisnis.com Awalnya saya membaca artikel ini ada tertulis seperti ini dan telah saya postingkan kebeberapa milis: Michael Sunggiardi, Mantan Wakil Ketua Umum Apkomindo: Tahun 2011 ini Pak Suhanda sebagai Ketum Apkomindo akan turun, dan Pak Suhanda tidak akan melanjutkan kepemimpinannya. Karenanya, Yayasan (DPA Pusat) yang punya aset Indocomtech merasa resah, karena selama ini Pak Hoky dianggap sebagai tokoh yang populer di DPD, karena memang secara bisnis Pak Hoky berhasil menggaet teman seperjuangan yang tulus dari Lampung, Bali, Makassar dan Banjarmasin. Sementara di Jakarta, oleh pemain besar dan sudah berkecimpung lama di TIK, praktis Pak Hoky dihindari. Karena selama ini Hoky yg supel dan mau kerja, seringkali mengabaikan etika bisnis yg baik. Atas dasar ketakutan inilah DPA yang dimotori Pak Hidayat Tjokro dan didukung oleh founder Pak Sony Franslay berupaya untuk mendapatkan figur 'tandingan' dari Pak Hoky, yang terahir diangkat Pak Nana Osay yang juga di DPA Apkomindo dan Yayasan Apkomindo Indonesia. Dari pihak DPP, diusung Pak Agustinus Sutandar sebagai calon Ketum, dan sayangnya Pak Agustinus kurang sepaham dengan Pak Hidayat dan Pak Sony soal yayasan. Dalam putaran pertama pengangkatan calon Ketum, tiga nama tersebut keluar dan entah ada angin apa, senior-senior di Apkomindo yg sebetulnya sudah banyak yang tidak berdagang komputer jadi mendukung Pak Hoky (Medan dan Palembang), karena sebagian besar tidak suka dengan DPA (Pak Hidayat) dan Pak Nana dan mereka tidak begitu kenal dangan Pak Agustinus. Ketakutan akan naiknya Pak Hoky sebagai Ketum inilah yang membuat Pak Hidayat mengambil inisiatif utk membekukan DPP, juga sekaligus mengajak Pak Rudi Rusdiah yang sudah 8 tahun tidak aktif di Apkomindo.(lewat BlackBerry Messenger)(arif.pitoyo@bisnis.co.id) saat ini telah berubah menjadi seperti ini: Michael Sunggiardi, Mantan Wakil Ketua Umum Apkomindo: Begitu DPP dibekukan, para DPD sudah merencanakan untuk terus mempertahankan Apkomindo, atau membuat asosiasi baru. Tapi karena terus berlarut-larut, pengusaha TIK di Jakarta yang notabene -nya belum memiliki wadah untuk berkumpul, membentuk AiTI yang diharapkan akan menjadi pengganti Apkomindo, jika pembicaraan antara DPA, DPP (yang dibekukan), dan DPD menemui jalan buntu. (lewat BlackBerry Messenger)(arif.pitoyo@bisnis.co.id) Mohon dapat diberikan penjelasannya, agar tidak terjadi persepsi tentang saya menyebarkan informasi yang tidak benar. Terima kasih. Salam, Mr.Hoky / Soegiharto Santoso.

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Other area