Bisnis Indonesia - Bisnis.com


ANGELINA SONDAKH: This is not the end

Large_angie

Berita Terkait

JAKARTA: Tersangka kasus korupsi Wisma Atlet di Jakabaring, Palembang, Angelina Sondakh mengatakan penetapan dirinya sebagai tersangka bukan merupakan akhir dari segalanya namun suatu permulaan.

"This is not the end, its just the beginning," kata Angelina melalui pesan Blackberry saat ditanya komentarnya atas keputusan KPK yang menjadikan dirinya sebagai tersangka.

Dia juga mengatakan agar semua pihak menghormati azas praduga tidak bersalah. Selain itu, dia mengatakan,"Allah akan membuktikan dan membuka semuanya".

Sebelumnya pengurus Divisi Komunikasi Publik, DPP Partai Demokrat, Muhammad Kahfi Siregar, yang juga sahabat Angelina, mengatakan ia mendapat pesan dari Angie (panggilan Angelina).

Kepada Kahfi, Angie mengatakan ia selalu kooperatif dengan KPK dan juga tidak pernah ada niat untuk melarikan diri.

"Semua akan saya hadapi. Walaupun sebenarnya saya rencana ingin mengajak anak-anak Umroh di bulan Maret. Tapi sepertinya rencana ini belum bisa dijalankan," kata Kahfi mengutip pesan Angie (panggilan Angelina).

Kahfi mengatakan Angie juga menjelaskan dia sama sekali tidak melakukan apa yang dituduhkan. Sejak awal, kata Angie, ia selalu katakan bahwa baik Nazaruddin maupun Rosa tidak pernah bicara kepadanya mengenai Wisma Atlet.

"Saya tidak pernah membicarakan mengatur Wisma Atlet. Apalagi meminta dan menerima aliran dana wisma Atlit," kata Angie kepada Kahfi seperti dikutip Antara.

Namun, sebagai warga negara yg taat hukum, kata Angie, ia menghormati keputusan KPK tersebut. Dan ia sangat berharap semua pihak tetap menjunjung dan menghormati azas praduga tidak bersalah.

"Saya sekarang sedang kurang enak badan, dan sudah dilaporkan ke fraksi bahwa lima hari saya minta untuk istirahat di rumah." (tw)
 

Discuss: ANGELINA SONDAKH: This is not the end

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Other area