MAKASSAR : Maskapai penerbangan Air Asia berencana membuka rute Makassar-Bandar Sri Begawan, ibukota Brunei Darussalam, mulai bulan Juli 2012.
Kepala Bagian Promosi & Pemaasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Makassar Samad Sa'ban Miru mengatakan dibukanya rute penerbangan Makassar-Bandar Sri Begawan akan memberikan multiplier effect, selain akan menggairahkan pariwisata juga mengangkat citra kota Makassar sebagai kota dunia.
"Untuk tahun pertama, akan diberikan subsidi sebesar Rp500 juta berdasarkan hasil sharing pemerintah kota dan provinsi bersama Air Asia," ujarnya kepada Bisnis.
Selain rute Makassar-Bandar Sri Begawan, direncanakan tahun ini Garuda Air juga akan membuka rute penerbangan langsung Makassar-Hong Kong. Dengan bertambahnya rute penerbangan internasional dari Makassar, paparnya, arus wisatawan asing yang berkunjung ke Makassar bisa mencapai di atas 32.000 orang.
"Kami sudah menyiapkan 40 event pariwisata untuk menyambut kedatangan wisatawan tahun ini, diantaranya Gebyar wisata Pantai Losari, International Dragon Boat, Sandeq Race dan beberapa event skala nasional dan internasional," kata samad.
Data Disbudpar menunjukkan, jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Makassar pada tahun 2011 mencapai 32.385 orang, hanya meningkat 15% dari tahun sebelumnya 28.699 orang. Sementara wisatawan nusantara pada tahun 2011 tercatat sekitar 3 juta orang, meningkat hingga 32% dari tahun 2010.
"Untuk tahun ini kami sebenarnya tidak ada penetapan target target, tapi kami akan berusaha untuk menarik wisatawan di atas angka 3 juta orang tahun 2012 yang berkunjung ke Makassar," papar Samad.
Dia menambahkan, tren penggelaran meeting, incentive, convention and exhibition (MICE) juga diperkirakan akan kembali memberikan kontribusi besar untuk sektor pariwisata Kota Makassar.
"MICE juga menjadi unggulan kami dalam promosi wisata tahun ini, apalagi event yang direncanakan tahun ini hanya 40 jauh lebih rendah dari tahun lalu yang totalnya 70 event. Kendati fasilitas MICE di makassar harus di akui masih belum memadai," ungkapnya.
Menurutnya, hanya beberapa hotel yang mempunyai fasilitas MICE nasional maupun internasional yang paling siap, diantaranya Hotel Grand Clarion, Hotel Sahid Makassar serta Hotel Imperial, meski sejumlah hotel lainnya telah merubah fungsi kamar untuk menjadi ruang MICE. Hal tersebut juga ikut memicu kian banyaknya investor yang membuat bisnis perhotelan di Makassar makin menjanjikan.
"Tahun ini saja, akan ada peresmian tiga hotel berbintang yakni Hotel Aston, Hotel Jakarta, Hotel Ibis yang masing-masing berkapasitas dia atas 150 kamar. Dengan kehadiran hotel tersebut, tidak hanya akan mengatasi kekurangan kamar hotel Makassar, tapi juga ikut mendongkrak pendapatan asli daerah," tegasnya. (sut)
Showing 0 - 0 of 0 comments