RSS FEEDLOGIN

ANCAMAN NUKLIR: Inggris Siapkan Penangkal

Bambang Supriyanto   -   Jumat, 05 April 2013, 08:52 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130405_david-cameron.jpgBISNIS.COM,EDINBURGH -- Perdana Menteri Inggris David Cameron mengatakan ancaman nuklir telah meningkat sejak Perang Dingin dan memiliki penangkal nuklir adalah kebijakan jaminan terbaik.

Di dalam pidato di pabrik kontraktor pertahanan di Glasgow, yang disiarkan langsung oleh Sky News, Cameroon mendukung penangkal nuklir Inggris dan menegakkan kembali pentingnya penangkal nuklir Trident dan pada saat yang menekankan pentingnya industri pertahanan itu bagi ekonomi Skotlandia.

"Pertahanan penting dan pekerjaan pertahanan juga penting," tegasnya, Kamis (4/4).

Dia menjelaskan Skotlandia memiliki sektor pertahanan yang sangat ahli dan terkenal di dunia, yang mempekerjakan lebih dari 12.600 orang dan nilai penjualan tahunan lebih dari 1,8 miliar pound US$ (2,7 miliar).

"Skotlandia memiliki peran lebih besar di pentas dunia sebab Skotlantia adalah bagian dari Inggris dan pekerjaan pertahanan Skotlandia lebih terjamin sebagai bagian dari Inggris," tambahnya.

Mengenai Trident, Partai Nasional Skotlandia --yang mendukung kemerdekaan Skotlandia-- menjelaskan partai itu tak mengingini Trident di Skotlandia jika wilayah tersebut merdeka.

Cameron pada Kamis juga mengunjungi HMS Victorious di Pantai Barat Skotlandia, salah satu kapal selam nuklir kelas Vanguard milik Inggris, yang membawa rudal nuklir. Ia menyambut kepulangan awak kapal selam itu saat mereka kembali dari patroli ke-100 mereka.

Itu adalah kunjungan pertama perdana menteri Inggris tersebut ke satu kapal selam nuklir dan dilakukan setelah ia, di dalam satu artikel yang disiarkan oleh Daily Telegraph sebelum kunjungannya ke Skotlandia, memperingatkan "tindakan bodoh" untuk memangkas Trident, mengingat potensi nuklir dari Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK) dan Iran.

Komentar Cameron tersebut menggatis-bawahi komitmen kubu Konservatif bagi penggantian armada kapal selam Trident, yang sudah tua, tetapi mitra koalisinya dari kubu Liberal Demokrat mengupayakan pilihan yang lebih murah.(Antara/Xinhua-OANA)(Foto:Guardian)

Source : Newswire

Editor : Bambang Supriyanto

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.