JAKARTA: Perkembangan pasar saham, pasar komoditas, pasar valuta dan emas menarik untuk dicermati sepanjang pekan ini. Berikut adalah analisis investasi Bisnis Indonesia Intelligent Unit berdasarkan situasi terkini di seluruh dunia.
>SAHAM INDONESIA<* Pasar saham Indonesia diperkirakan menguat pekan ini, sejalan dengan dorongan terhadap peluang kenaikan indeks harga saham gabungan yang didorong oleh optimisme pasar terhadap pertemuan menteri keuangan Eropa untuk menangani krisis utang di zona tersebut, yang didukung dana stabilisasi 400 miliar Euro.
* Salah satu penopang sentimen adalah kenaikan Indeks Dow Jones yang berhasil menembus resistan 11.808,8 pada penutupan akhir pekan lalu. Ini dianggap sinyal positif untuk turut mendorong penguatan IHSG jika disertai sentimen positif pula dari Eropa.
* Prediksi sejumlah sekuritas menyebutkan untuk pasar hari ini indeks cenderung bergerak mixed di kisaran 3.570-3.670 (Sinarmas Sekuritas dan e-Trading Securities). Saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain: SGRO, ISAT, UNVR, BDMN, INTP, CTRP, ASII, BBRI, BMRI, GGRM, dan BORN.
>SAHAM GLOBAL<* Indeks Dow Jones pekan lalu naik 2,31% ke level 11.808,8, begitu pun dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq yang masing-masing terapresiasi 1,88% ke level 1.238,25 dan 1,49% ke level 2.637,46.
* Kontrak indeks saham Jepang dan Australia menguat setelah para pemimpin Eropa membeberkan rencana untuk membantu perbankan dalam mengatasi krisis utang.
* American depositary receipts (ADRs) dari Sony Corp naik 1,4% dari harga penutupan saham di Tokyo. ADRs dari Mitsubishi Corp meningkat 0,8% menyusul reli harga komoditas pada Jumat lalu.
* ADRs dari BHP Billion Ltd, perusahaan pertambangan terbesar di dunia, meningkat 1,5% di Sydney. ADRs Commonwealth Bank of Australia naik 1,3%.
* Kontrak indeks Nikkei 225 Stock Average Jepang yang berlaku hingga Desember ditutup pada level 8.745 di Chicago pada Jumat, nai dari 8.680 di Osaka, Jepang.
* Kontrak indeks S&P/ASX 200 Australia meningkat 1,7% Senin pagi.
>KOMODITAS<* Harga perdagangan berjangka minyak mentah turun 0,5% Senin pagi.
* Harga kontrak untuk pengiriman Desember melemah US$0,40 menjadi US$87 per barel di New York Mercantile Exchange. Harga ini tercatat US$87,13 pada pukul 9:36 waktu Sydney.
* Harga Brent untuk penyelesaian Desember tercatat US$109,55 per barel, turun US$0,1 di ICE Futures Europe exchange di London.
* Kontrak acuan Eropa diperdagangkan US$22,42 lebih tinggi dari kontrak New York dibandingkan dengan US$22,16 pada Jumat.
* Harga karet tenggelam ke level terendah dalam 14 bulan. Harga kontrak pengiriman Maret turun 6,6% menjadi 281,7 yen per kilogram (US$3.670 per metrik ton), level terendah sejak 17 Agustus 2010.
>EMAS<* Emas untuk pengiriman segera turun untuk hari kelima, periode terpanjang sejak penurunan Januari, menurun sebanyak 0,6%menjadi US$1.611,82 per ounce. Jumat lalu, harga emas untuk pengiriman Desember tergelincir untuk hari keempat, jatuh sebanyak 2% menuju level rendah dalam dua pekan menjadi US$1.614 per ounce di New York.
* Harga Emas masih konsolidasi di kisaran US$1.600-US$1.700 akibat penarikan ke arah berbeda secara bergiliran oleh kinerja ekuitas, dolar AS, surat utang negara, dan komoditas lainnya. Namun diperkirakan penurunan harga emas tidak akan berkepanjangan. Pada akhirnya emas masih akan menjadi investasi safe haven.
* Faktor produksi emas yang tidak bisa terus digenjot juga mempengaruhi harga. Newcrest Mining Ltd misalnya, menyebutkan output emas dalam tiga bulan hingga 30 September lalu menurun 13%. Perusahaan pertambangan emas terbesar di Australia mengaku penurunan terjadi setelah hujan lebat dan penghentian operasi sementara akibat maintenance.
* Di wilayah lain, Agnico-Eagle Mines Ltd menghentikan operasi pertambangan Goldex di Quebec, Kanada tanpa batas waktu, karena ketidakstabilan kondisi tanah. Sementara Freeport-McMoran Copper and Gold Inc kehilangan 100.000 ounce emas pada kuartal III/2011 akibat pemogokan kerja di tambang Grasberg, Indonesia.
* Sejumlah negara menambah cadangan emas: Thailand melaporkan peningkatan cadangan emasnya 9,3 ton pada Agustus menjadi 136,9 ton (World Gold Council). WGC juga menyebutkan Bolivia menambah cadangan emasnya 7 ton. Rusia juga secara teratur menambahkan cadangan logam kuning 8 ton antara Juli dan Agustus. Total cadangan emas Rusia adalah 841,1 ton atau setara 9% dari devisa negara Beruang Merah. Sebaliknya Filipina dan Sri Lanka melaporkan penurunan cadangan emas sebesar 10,3 ton dan 9,3 ton.
* Statistik terbaru menunjukkan tidak ada penjualan signifikan oleh bank sentral di tahun ke-3 penandatangan Perjanjian Emas Bank Sentral ketiga (CBGA3). Perjanjian ini membatasi penjualan tahunan tidak akan melebihi 400 ton dan total penjualan selama periode perjanjian tidak lebih dari 2.000 ton. Periode perjanjian adalah 5 tahun.
* Harga tunai perak menurun untuk hari kedua, jatuh sebanyak 1,7% menjadi US$30.635 per ounce.
* Harga spot untuk platinum merosot untuk hari keempat pada Jumat lalu, penurunan sebanyak 2,7% menuju level rendah dalam dua pekan menjadi US$1.476 per ounce.
>VALAS<* Pekan lalu, mata uang Asia mengalami minggu terburuk dalam sebulan, yang dipimpin oleh Rupee India. Indeks Dolar Asia Bloomberg-JPMorgan turun 0,4%, penurunan pertama sejak pekan yang berakhir 30 September. Rupee merosot 2% minggu ini jadi 50,0250 per dolar di Mumbai. Namun diperkirakan Rupee akan rebound lebih dari 3% dari posisi terendahnya.
* Baht Thailand melorot 0,7% menjadi 31,01, dan ringgit Malaysia kehilangan 0,6% menjadi 3,1498. Rupiah Indonesia tergelincir 0,2% pekan lalu ke 8.863 per dolar AS. Dolar Taiwan sedikit berubah pada NT$30,299. Peso Filipina mundur 0,2% menjadi 43,44. Won Korea Selatan naik 0,8% menjadi 1,147.50.
Source : Bisnis Indonesia Intelligent Unit
Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.