BISNIS.COM, YANGON--Pemerintah Myanmar dan Tentara Negara Shan (SSA)-Utara mencapai kesepakatan empat butir untuk mengamati kesepatan damai di Tangyang, negara bagian Shan.
Union Daily pada Minggu (2/5) melaporkan dalam penandatanganan tesebut pemerintah dipimpin wakil ketua kelompok pembuat perdamaian pusat U Thein Zaw, sedangkan SSA-Utara di bawah Partai Progresif Negara Shan (SSPP) dipimpin wakil ketuanya, U Zin Kae Taing.
Perjanjian empat butir itu disebut untuk mengamati kesepakatan yang dicapai sebelumnya, koordinasi gerakan pasukan dari dua sisi, menghindari upaya hukum yang dapat menempatkan beban pada orang dan diskusi cepat serta transparan atas masalah yang menimbulkan ketidakpercayaan dari kedua belah pihak.
Pembicaraan terakhir antara kedua pihak terjadi setelah munculnya perselisihan dan bentrokan di tingkat bawah kedua pihak baru-baru ini.
Pemerintah dan SSA-Utara menandatangani perjanjian perdamaian awal lima butir pada tingkat pusat di Taunggyii pada Januari 2012.
Perjanjian tersebut terutama mencakup gencatan senjata, yang memungkinkan SSPP ke markasnya di Wanhai; pembukaan kantor penghubung di Taunggyi, Lashio dan Kholan; memungkinkan pelanggaran dirundingkan dan membawa senjata terpisah dari daerah yang disepakati bersama serta pembicaraan lanjutan di tingkat pusat maupun kerja sama dalam memerangi narkoba.
Sementara itu, Tentara Negara Shan (SSA)-Selatan di bawah Dewan Pemulihan Shan State (RCSS) telah mencapai perjanjian damai awal 11-butir dengan pemerintah pusat di Taunggyi, negara bagian Shan, awal Januari 2012. (Antara/Reuters)
Editor : Ismail Fahmi

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.