BISNIS.COM, JAKARTA—Para pemegang saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) telah menyetujui perseroan untuk menerbitkan obligasi senilai Rp2 triliun tahun ini.
Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengatakan rencananya obligasi akan direalisasikan Juni 2013.
Dalam rencana tersebut, perseroan telah menunjuk dua penjamin emisi (underwriter), yakni PT Mandiri Sekuritas dan PT Bahana Securities.
"Kami terus ekspansi sehingga kebutuhan dana semakin tinggi. Kami akan mengombinasikan pembiayaan dari pinjaman, obligasi, dan rencana rights issue," ujarnya usai rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Jumat (26/4/2013).
Selama 4 bulan pertama tahun ini, pinjaman perbankan yang telah diperoleh BUMN aviasi itu mencapai Rp1,06 triliun.
Pada Februari lalu, perusahaan pelat merah tersebut telah menerima fasilitas pinjaman dari PT Bank Permata Tbk (BNLI) sebesar US$70 juta atau setara dengan Rp680 miliar.
Bulan ini, Garuda juga memperoleh fasilitas kredit dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) senilai US$40 juta atau sekitar Rp388 miliar. (ra)
Editor : Rustam Agus

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.