RSS FEEDLOGIN

5 Barang yang Tidak Bisa Ada Dalam Dompet

Mursito   -   Minggu, 25 November 2012, 05:42 WIB

TERKAIT

  • No news.

POPULER

PILIHAN REDAKSI

Dompet Anda yang tadinya tipis lama-lama terlihat ‘gendut’, tapi bukan karena uang yang banyak melainkan dipenuhi oleh barang-barang yang harusnya tidak disimpan terlalu lama.

 
Bon atau struk
 
Segala macam bentuk bon, struk, atau kwitansi sebaiknya segera dibuang begitu Anda tidak membutuhkannya lagi. Jika Anda punya kecenderungan menyimpan bon di dalam dompet, sebaiknya langsung buang begitu Anda mendapatkannya. Misalnya, ketika mengambil uang di atm, Anda bisa segera merobek struk dan membuangnya atau langsung saja memilih penarikan tunai tanpa struk.
 
Semua kartu kredit dan atm
 
Anda mungkin memiliki beberapa jenis kartu kredit dan atm, tapi jangan semuanya dibawa setiap saat. Pilih saja kartu yang kira-kira akan Anda gunakan saat pergi dan tinggalkan yang tidak digunakan. Cara ini juga bisa menghemat pengeluaran Anda saat keluar rumah.
 
Kartu diskon atau kupon
 
Beragam kartu member, diskon, atau segala jenis macam kupon juga jangan disimpan bersamaan dalam dompet Anda. Cukup beberapa yang kemungkinan akan dipakai atau yang paling sering Anda pakai. Cek juga kupon yang Anda simpan dalam dompet, siapa tahu sudah habis batas waktunya.
 
Kunci duplikat
 
Jangan simpan kunci duplikat rumah Anda di dalam dompet. Karena begitu dompet Anda hilang dan didalamnya ada kartu tanda pengenal, orang yang menemukan dompet Anda juga bisa punya akses ke rumah Anda.
 
Nomor PIN ATM
 
Anda mungkin punya sifat pelupa dan akhirnya menuliskan nomor pin atm di selembar kertas lalu menyimpannya di dalam dompet. Tapi sebaiknya hal ini jangan dilakukan, karena berbahaya terutama jika Anda kehilangan dompet. Supaya tidak mudah lupa, pilih nomor pin atm yang memang mudah Anda ingat atau simpan di jurnal Anda yang tidak pernah dibuka-buka orang lain. (Jibi/Wisebread/Learnvest/kabar24/yri/k46) (Foto: hme.ee.itb.ac.id) 

Source : JIBI

Editor :

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.