RSS FEEDLOGIN

29 Judul FILM NASIONAL Koleksi Sinematek Indonesia DIDIGITALISASI

Ismail Fahmi   -   Selasa, 02 April 2013, 15:34 WIB

TERKAIT

POPULER

PILIHAN REDAKSI

130402_film.jpegBISNIS.COM, JAKARTA-- Sebanyak 29 judul film koleksi Sinematek Indonesia berhasil didigitalisasi atas kerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Ketua Sinematek Indonesia Adi Surya Abdy mengaku senang dengan adanya digitalisasi film tersebut, terlebih film-film berformat seluloid bisa diproduksi ulang berbentuk data.

"Kekayaan bangsa dalam karya film akhirnya dapat perhatian, semoga ini akan terus berlanjut dan akan tersimpan sebagai ilmu pengetahuan bagi generasi kini dan mendatang," katanya dalam sambutan Hari Film Nasional ke-63 di Gedung Yayasan Pusat Perfilman H. Usmar Ismail, Selasa (02/04/2013).

Film yang didigitalisasi tersebut antara lain Darah dan Doa, Nagabonar, Beri Aku Waktu, Pengemis dan Tukang Becak, Matahari Matahari, November 1828, Atheis Kafir, Ramadhan Ramona, Si Pitung, Jakarta Jakarta Si Doel Anak Betawi dan lainnya.

Proses digitalisasi dalam satu film menghabiskan sebanyak 1 tera byte untuk menghasilkan bentuk data single frame.

Untuk tahun ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan beserta Sinematek Indonesia baru mampu mendigitalkasn sebanyak 29 film.

Wiendu Nuryanti, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan berharap tahun depan pihaknya bisa mendigitalisasikan lebih banyak film-film tersebut.

"Semoga dengan adanya digitalisasi ini, maka dengan sendirinya kita akan menekan film muarahan yang tidak mendukung karater dan jati diri bangsa," ujarnya.

Dalam acara tersebut hadir pula beberapa asosiasi a.l Persatuan Produser Film Indonesia (PPFI), Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi), Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI), ersatuan Film Keliling Indonesia (Perfiki), Gabungan Studio Film Indonesia (Gasfi), dan Karyawan Film dan Televisi (KFT) Indonesia. (if)

Source : Miftahul Khoer

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.