JAKARTA: Sedikitnya 13 perusahaan mewakili 19 brand franchise Amerika Serikat menjajaki kerjasama waralaba dengan perusahaan Indonesia melalui pertemuan dua hari di Jakarta.
Beth Solomon, Vice President Strategic Initiatives and Industry Relations International Franchise Association (IFA) AS, mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih bagus dari AS membuat RI jadi pasar yang prospektif.
"Daya tariknya bukan dalam hal jumlah populasi saja tapi ketahanan menghadapi krisis ekonomi global, pertumbuhan ekonomi di tingkat Asia dan global yang tinggi membuat anggota delegasi melirik pasar besar Indonesia," ujarnya pada sesi pertemuan delegasi AS-RI di Hotel Shangrila, Hari ini.
Pertemuan yang dijadwalkan hingga 13 Desember 2011 itu merupakan perjalanan bisnis delapan hari dari para pelaku franchise (waralaba) AS mewakili 19 brand yang melakukan sedikitnya 50 sesi pertemuan di Jakarta dan Vietnam.
Dan Benton, Director International Development Global Franchaise Grup LLC, salah satu peserta delegasi ini mengatakan dia berharap bisa mendapatkan master franchaise di Indonesia yang bisa buka 30 outlet.
"Kami punya brand Marble Slab Creamery, ice cream yang disukai semua umur, Great American Cookies, Pretzelmaker dan jaringan toko sepatu olahraha Taf. Kerjasama dengan master franchaise selama 10-20 tahun," ujarnya.
Dia gembira bisa menjajaki peluang bisnis waralaba ini dengan para pengusaha Indonesia dan optimististis bisa menjadi bagian dari usaha waralaba di negara ini.
Kegiatan yang difasilitasi Kedubes AS di Indonesia ini diawali dengan penandatangan MoU PT Rianti Investama Internasional di bawah payung Sahid Group dengan jaringan restoran Johnny Rokects Groups Inc yang mulai buka April 2012 di Kuta,Bali. (sut)
Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.